Press "Enter" to skip to content

Plesiran Anti Bosan ke “OK.Video Festival”

Pada hari Sabtu (20/6) kuturut ayah ke ibukota. Tapi nggak naik delman istimewa, melainkan naik kereta api dan berhenti di Stasiun Gambir. Maaf ya Bandung, kamu lagi nggak asyik. Perjalanan kabur terencana ini adalah karena saya mau datang melihat OK.Video di Galeri Nasional. Beruntung, dari Stasiun Gambir kita tinggal nyebrang kitik-kitik doang, lalu sampe deeeh ke venue.

Nah, pada pergelarannya tahun ini, OK.Video mengambil tema “Orde Baru”. Jadi seniman-seniman yang karyanya ada di festival ene neeeh, berusaha untuk merepresentasikan dan menggali lubang tutup lubang. Nggak deng, ngga lucu. Ya jadi karya-karya pada OK. Video tahun ini berusaha untuk mengartikan “Orde Baru” lewat seni media.

Saya memulai perjalanan dari Gedung A, di sana saya disambut dengan karya-karya yang tidak habis dilahap sekali duduk. Contohnya adalah, instalasi dari Lab Laba-Laba yang berjudul “Kembalinya Si Titik”. Ya, jadi di sini Lab Laba-Laba berusaha memperlihatkan kepada kita bahwa tayangan boneka di masa orde baru nggak cuma “Si Unyil”, di Indonesia pernah ada serial cerita boneka yang gloomy dan judulnya “Si Titik”. Kok suram, sih? Ya, karena ngga seperti Si Unyil yang booming karena kelucuan dan kepolosannya, Si Titik mengangkat cerita tentang anak kecil yang survive di hutan setelah mengalami kecelakaan pesawat. Nggak kayak Si Unyil yang populer, Si Titik kurang berhasil memuaskan konsumen televisi Indonesia dan cuma tayang 8 episode aja. Di instalasinya ini, Lab Laba-Laba bikin timeline waktu Si Titik dan ngasi gambaran kesuraman ceritanya lewat rekaman audio dari beberapa episode Si Titik.

Artefak Si Titik
Artefak Si Titik

Setelah Si Titik, saya nggak bisa move on dari instalasinya The Secret Agent yang berjudul Once Upon A Time: Indonesia 1966. Pada karyanya ini, The Secret Agent mencari foto-foto tentang peristiwa dan orang-orang di tahun 1966 lalu mencoba bercerita lewat foto-foto klipingan tersebut. Dan itu lucu banget.

Dari ruangan A saya move on ke ruangan B untuk selanjutnya move on ke ruangan C dan D. Tadinya sih mau ikut jalan keliling bersama kurator, tapi akhirnya memutuskan untuk misah dari rombongan karena pengen ngehabisin semua instalasinya.

kkkmk
Hmmm, ini teh dimana ini~

Kalau mau ke OK.Video, jangan ragu-ragu buat datang dari pagi hari, karena, seperti yang sudah disebut di awal, ini bukan cerpen, jadi nggak bisa dilahap sekali duduk. Intinya sih, luangkan waktu supaya bisa puas melihat-lihat seluruh instalasi yang ada di sini! Kalau mau ke sini juga harus waspada dengan jam istirahat galeri yang ada pada pukul 2 sampai 3 sore. Festival ini masih akan berlangsung sampai tanggal 28 Juni ini, jadi ayo segera ke sana sebelum semuanya terlambat!

 _____________________

OK.Video

Website: OK.Video Festival

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *