Press "Enter" to skip to content

Perunggu Menguatkan Langkah melalui Single “Jenuh Kan Kutelan”

Mengais rezeki memang nggak pernah mudah. Kadang seharian penuh berpeluh, kadang nggak pulang demi ambil angka lemburan. Oskadon katanya bagus buat mengatasi nyeri punggung. Eh, iya nggak, sih? Tapi, sebaik-baiknya obat lelah ialah rehat sejenak sambil pasang earphone. Putar apa?

Berterimakasihlah kepada Maulana Ibrahim (vokal, gitar), Ildo Hasman (drum, vokal), dan Adam Adenan (bass, vokal). Unit rock asal Jakarta bernama Perunggu ini baru aja melepas materi ke-2 dalam mini album yang direncanakan siap dirilis awal tahun ini. Bertajuk Jenuh Kan Kutelan, single ini adalah lanjutan cerita mereka sebagai pekerja kantoran. Satu lagi anthem bagi kaum pekerja.

Perunggu punya pandangan soal kejenuhan dalam bekerja. “Cuma kita sendiri yang ngerti batas capeknya kita sampai mana. Dan harusnya cuma kita sendiri juga yang ngerti apa dan siapa yang bisa ngobatin capeknya,” kata Maul, melalui siaran pers.

Dalam single ini, Perunggu berupaya menuturkan bahwa seberat apa pun proses yang dijalani, mereka-mereka yang menjadi alasan kita untuk berjuang, adalah pemantik untuk mampu menelan apa-apa yang membosankan. Coba dengarkan lagunya. Relate, bukan? Padahal ini ya curahan jujur mereka, yang sungguh sangat personal, seperti yang dikatakan oleh Maul di sesi wawancaranya bersama ROI!

Melanjutkan gimmick promosi yang diterapkan pada single Menyala, nomor Jenuh Kan Kutelan juga terlebih dulu diunggah di kanal YouTube. Tujuannya bisa jadi untuk menguras kuota internet sehingga kita mau tak mau membeli paket lagi ke Arifin Cell lalu anggaran bulanan bertambah dan kita menjadi lebih giat dalam bekerja. Nggak gitu, sih, itu mah asumsi aja sebagai pengimplementasian dari bebas berpendapat. Sori atuh kalau gitu mah.

Mari sejenak hentikan aktivitas kerja. Sebentar aja, kita dengerin lagunya. Kalau udah, lanjut lagi ya.


Twitter: @perunggu__

Instagram: instagram.com/perunggu_

Stream: Spotify Perunggu