Press "Enter" to skip to content

Persona Ananda Badudu yang Kembali Berpendar lewat Karya “Hiruplah Hidup”

Cukup lama kami menunggu sosok ini kembali bermusik, atau lebih tepatnya melahirkan karya. Belakangan amat aktif memperjuangkan suara marginal. Ananda Badudu, kepingan Banda Neira yang memutuskan berhenti setelah mencipta dua buah album, yang menjadi tonggak musik format duo-akustik. Melihat kepingan lainnya, Rara Sekar, justru telah memulai kembali dengan proyek musik Daramuda. Meskipun proyek itu kini telah usai (juga) dengan waktu yang teramat singkat.

Ananda Badudu sebetulnya tak terlalu jauh dari musik. Dalam beberapa kegiatan dan gerakan sosial, beberapa kali ia tampil mengisi acara bersama gitarnya. Sempat pula muncul pada sebuah karya berjudul Pemakaman Harapan, mengatasnamakan Gergasi. Itu pula yang membuat kami yakin bahwa ia akan tetap bermusik.

Gayung bersambut. Kiriman surat elektronik dari Sorge Records, label rekaman yang telah bekerja sama sejak proyek musik Banda Neira, membawa kabar akan lahirnya karya solo perdana dari Ananda Badudu berjudul Hiruplah Hidup. Single ini resmi dirilis pada tanggal 24 April 2020.

Hiruplah Hidup ini mula-mula terinspirasi dari lagu instrumental Gigih yang judulnya Sudah dua Hari ini Mendung. Saya suka sekali dengan melodi yang dia bikin dan rekam secara spontan. Ketika mendengarkan lagu itu, muncul ide-ide melodi vokal serta beberapa penggal lirik. Ide itu saya sampaikan pada Gigih, lalu dari sana kami mencoba membangun aransemen baru,” kata Ananda, seraya menjelaskan bahwa proses pengerjaannya berjalan dalam hitungan tahun.

Dalam pengerjaannya, ia tak sendirian. Gardika Gigih, musisi yang tak asing dengan perjalanan musik Ananda Badudu, beserta Indra Perkasa turut membantu. Gigih terlibat menulis lagu, mengaransemen, dan mengisi part piano. Sementara Indra mendukung orkestrasi string, brass, dan synthesizer. Indra pula yang menggarap proses mixing dan mastering Hiruplah Hidup, yang dikerjakannya di Studio Gadgadasvara.

Secara singkat, Ananda menjelaskan bahwa karya perdana ini ia jadikan sebagai pengingat dan pemberi semangat menjalani hari di masa-masa sulit. Tanpa menjelaskan makna, ia hanya katakan, “seperti yang tertulis di dalam lagu: hiruplah hidup dan segala yang turut dibawanya serta mengarungi waktu.”

Proses produksi melibatkan nama-nama antara lain Adika Hernandi, Rizzardi Badudu, Febrian Moh (Layur, Matisyahdu), Lintang Setianti, serta Eky Alkautsar dan Bimo Wicaksono dari Sorge Records. Video interpretasi visual yang dikerjakan oleh Rizzardi sudah bisa ditonton di kanal YouTube Ananda Badudu.

Mari rayakan dan nikmati dengan penuh penghayatan.


Twitter: @anandabadudu

Instagram: instagram.com/anandabadudu

YouTube: Ananda Badudu