Press "Enter" to skip to content

Persepolis (2007): Pemberontakan dalam Monokrom

Sesuai dengan tema ROI! bulan Februari ini, monokrom pun menjadi pertimbangan khusus untuk review film. Agak susah cari film monokrom, black and white terutama. Ya atuh, audience zaman sekarang mah terkenal picky dan cenderung alergi nonton film yang agak eksperimental teh. Gimana, nggak? film dengan teknik visual yang canggih masih menjadi ‘jualan‘ yang laris. Tapi tenang aja MinRen dan MinBim udah nyiapin beberapa film dengan visual yang monokrom. Nah, sekarang giliran MinRen dulu yah, film yang akan kita bahas adalah Persepolis. Film produksi Perancis dan Iran yang diangkat dari novel biografi Marjane Satrapi ini rilis tahun 2007 dan cukup fenomenal saat kemunculannya. Film ini mendapat penghargaan dari Cannes Film Festival tahun 2007 dan sempat dinominasikan untuk film animasi terbaik Academy Award.

Film ini menceritakan perjalanan hidup Marjane Satrapi (Chiara Mastroianni), seorang gadis kecil yang tinggal di Iran pada saat terjadi revolusi Islam di Iran sekitar tahun 70-an. Seperti gadis kecil pada umumnya, Marjane mempunyai mimpi menjadi seorang nabi dengan Bruce Lee sebagai gurunya, absurd. Marjane kecil harus menghadapi banyak situasi sulit yang terjadi akibat ketidakstabilan politik di negaranya. Keluarga Marjane adalah kelompok aktivis yang giat memperjuangkan kebebasan dari tangan tirani seorang syekh Iran saat itu.

Banyak anggota keluarga Marjane yang harus ditangkap dan mati sebagai seorang aktivis kebebasan. Demi keselamatan, Ibu dan Ayahnya mengirim Marjane untuk mencari perlindungan sekaligus menempuh pendidikan di luar negeri. Mereka mengirim Marjane ke Vienna, Austria dimana dia harus belajar disekolah Katolik yang bertolak belakang dengan keyakinannya. Marjane yang sejak kecil mempunyai jiwa pemberontak menghadapi sebuah budaya sosial yang begitu bebas. Seringkali dia harus kehilangan jati dirinya dan terjebak pada budaya yang begitu bebas. Marjane kemudian memutuskan untuk kembali ke Iran tetapi apa yang ia temui dikampung halamannya adalah sebuah kondisi yang benar-benar berbeda dibandingkan dahulu.

Lalu apa yang membuat film ini begitu fenomenal? Jiwa pemberontak seorang Marjane lah yang membuat film ini begitu menarik. Marjane yang sejak kecil terbiasa dengan dengan kondisi sosial dan budaya yang acak-adut tumbuh menjadi seorang pribadi yang tangguh. Dia belajar untuk selalu jujur terhadap dirinya sendiri apapun situasinya. Marjane juga menyadari bahwa hidup adalah sebuah perjuangan besar tidak peduli berapa kali dirinya harus jatuh bangun. Pada zamannya, pemikiran seperti ini tabu dimiliki oleh seorang wanita yang harus tunduk pada ajaran agama yang ketat. Mungkin ini yang coba dikomunikasikan sutradara lewat visual film ini, sebuah persinggungan agama, kebebasan dan hak-kewajiban seorang manusia yang akan menjadi deretan bias spektrum warna monokrom yang panjang.

 

____________________________________________________

Sutradara : Vincent Paronnaud, Marjane Satrapi

Penulis naskah : Vincent Paronnaud, Marjane Satrapi

Durasi : 96 Menit

Genre : Animasi, Biografi, Drama

Voice Actor : Chiara Mastroianni, Catherine Deneuve, Gena Rowlands

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *