Press "Enter" to skip to content

Permulaan Baru Grace Sahertian lewat “Konser Hela”

Pasti bakal seneng banget kalau sesuatu yang kita buat diapresiasi, baik itu oleh orang terdekat, apalagi sampai dinikmati khalayak ramai. Mungkin itu yang dirasakan oleh Grace Sahertian yang baru  saja menelurkan album perdananya dan membuat sebuah konser peluncuran album yang bertajuk Konser HELA: Tracing Back The Roots.

Untuk beberapa kalangan, mungkin nama Grace Sahertian masih sedikit asing, padahal musisi yang merangkap sebagai dosen ini sudah 10 tahun berkarya di bidang musik. Bayangkan, sudah dari satu dekade yang lalu, warga kreatif.

Sabtu (14/5) yang lalu saya langsung nge-gass ke IFI Bandung lebih cepat dari jadwal, karena saya yakin acaranya bakal dimulai tepat waktu. Tapi, karena masih ada yang harus dipersiapkan, acara baru dimulai satu jam kemudian. Ya nggak apa-apa lah, demi penampilan yang maksimal perlu persiapan yang matang, kan ada pepatah bilang, victory loves preparation, artinya bisa kamu cari sendiri dengan baca kamus.

Ginda

Tiket konser terjual habis, sampai-sampai mereka yang sudah waiting list buat dapetin tiket muntahan harus rela malam mingguan di tempat lain. Konser HELA dibuka oleh Ginda Bestari, salah satu musisi Blues kenamaan Kota Bandung. Memainkan beberapa tembang dari album Soulful Desire, penampilannya sebagai pembuka sukses menghangatkan audience yang hadir. Permainan gitar yang apik, ditambah suara yang oke, membuatnya disambut beberapa kali oleh teriakan kaum hawa. Sontak saya jadi pengen disorakin juga. Teu ketang.

Setelah ada introduce dari voice over, tanpa tedeng aling, Grace Sahertian langsung menggemakan Hela sebagai lagu pembuka. Setlist lagu malam itu memang nggak cuma lagu-lagu dari album HELA aja, sih, ada juga tambahan salah satu lagu yang hype di tahun 90’an dan Deep Down Inside yang merupakan salah satu lagu lama milik Grace Sahertian. Nggak seperti penampilannya saat di RSD-2016, beberapa lagu yang ada di album HELA, dibawakan dengan aransemen yang lebih pelan dan syahdu. Enak!

Suasana yang begitu intim dan penuh kekeluargaan begitu terasa di Konser HELA, mungkin karena sebagian yang hadir dan pihak yang membantu konser tersebut adalah rekan dekat dari Grace Sahertian. Setelah lagu Better To Love didaulat sebagai lagu terakhir, pertunjukan malam itu selesai sudah. Serentak semua yang hadir langsung standing applause. Karena memang keren.

ramean juga

Melihat dari antusias penonton yang datang ke konser tersebut, menandakan bahwa warga Bandung memang apresiatif banget sama musik. Oh iya, habis nonton konsernya saya jadi mikir, kalau musik yang dihadirkan Grace Sahertian bisa jadi berbahaya buat musisi yang lain. Nggak tau kenapa, bahaya weh. Tapi lebih bahaya kalau nerobos lampu merah, sih.

Comments are closed.