Press "Enter" to skip to content

Perkawinan Konser dan Teater di “Ratimaya Sarasvati”

Halo! Pada Kamis tanggal 1 Oktober kemarin, aku datang ke Sabuga. Bukan, bukan mau olahraga. Tapi karena ada konser Ratimaya Sarasvati itu, lho, konser tunggalnya Sarasvati. Di konser kali ini, ada sebuah elemen unik dan baru, yaitu kolaborasi dengan teater dari Merchant of Emotion. Mantap, kan!  Konser ini juga sekaligus peluncuran album baru yang berjudul Ratimaya.

Nah, konser Sarasvati yang ini beda sama konser mereka yang dulu-dulu. Yang sebelumnya, identik dengan tema berbau hantu, makhluk astral, mistis, dan pokoknya segala macam yang serem deh. Tapi di konser Ratimaya diangkatlah tema “mimpi”. Secara, konsepnya konser musik teatrikal, gitu. Cocok, lah. Ceritanya itu tentang seorang anak perempuan bernama Ratimaya, yang bertualang di dunia antah berantah dalam mimpinya. Sebagaimana dengan slogan yang dari kemarin wara-wiri di media sosial, “terkadang, bangun adalah bagian terbaik dari mimpi”.

Harusnya jam setengah 7 malam udah open gate, tapi aku datang jam 7 malam dan orang-orang masih pada ngantri. Nggak apa-apa, sih, da aku juga belum nuker tiket di booth. Nah, kira-kira jam 7 lewat 15, penonton udah mulai masuk ke dalem. Dari segi entrance, sih, lebih menarik konser mereka dua tahun yang lalu, pas jalan menuju venue dibikin instalasi yang serem tapi seru berdasarkan cerita yang ada di buku Maddah yang dirilis barengan sama konsernya di tahun 2012. Kalau sekarang, sih, kosong aja.

Pas masuk ke venue, kita disambut dengan panggung besar yang bagian belakangnya lebih tinggi dan ditutupin sama kain hitam transparan. Di atas panggung tinggi itu ada kasur, di atas kasur ada perempuan yang lagi duduk. Aduh, si teteh yang di kasur diem aja, aku sampe pegel liatnya. Jam 8 malam, lampu mulai digelapin, akhirnya si teteh berbaju hitam itu bergerak dari tempatnya, dari duduk, jadi tiduran. Dan Teh Risa Saraswati sang vokalis masuk untuk membacakan prolog cerita Ratimaya. Kemudian personel Sarasvati yang lainnya masuk dan konser pun dimulai!

DSC_0186
Teh Risa dan sosok-sosok dari dunia mimpi Ratimaya.

Kirain, tirai hitam transparan itu bakal diangkat pas konser mulai, taunya nggak. Ternyata itu buat video mapping. Iya, teaternya pake video mapping. Hmm, keren juga, yah! Setelah Sarasvati selesai membawakan lagu baru yang berjudul Centini di opening, teteh berbaju hitam yang tadi duduk di atas kasur, yang ternyata adalah sosok Ratimaya, masuk ke panggung. Terus ada sosok-sosok aneh berbalut busana putih yang bergerak patah-patah yang ikut masuk ke panggung. Kata aku, sih, mereka kayak pohon. Tapi Ratimaya bilang itu boneka.

Setelah berlarian di antara sosok-sosok putih itu, Ratimaya dipanggil seseorang yang nggak dia kenal. “Wujudmu seperti…kabut!” kata Ratimaya. Sosok itu bernama Arsa. Arsa mengajak Ratimaya untuk pergi lebih jauh dari tempat ini, menuju tempat yang leeebih indah. Ratimaya ragu, tapi akhirnya dia mau. Inilah awal dari pertualangan Ratimaya di dunia mimpi. Kemudian lighting berubah dan Sarasvati membawakan lagu kedua yang berjudul Rasuk.

Petualangan Ratimaya di dunia mimpi ini nggak lepas dari sosok-sosok unik yang muncul, mulai dari Arsa, Dara dan Mara yang mengajak Ratimaya main dan sempat berinteraksi dengan penonton, sampai tiga sosok wanita bergaun putih yang menyuruh Ratimaya pergi dari dunia ini. Kostum yang dipakai sama talent-talent keren banget, lho! Aku suka banget detail dan warna kostumnya. Hebat deh yang bikin!

Singkat cerita, sebenarnya Ratimaya nggak mau pulang dari dunia mimpi itu, karena dia bilang di situlah, tempat dia main. Namun setelah beberapa sosok muncul dan menyuruh Ratimaya untuk pulang. Akhirnya dia mau deh, untuk pulang a.k.a bangun dari mimpinya itu.

DSC_0220
Featuring dengan Anji

Ngomong-ngomong, lagu-lagu yang dibawakan nggak semuanya lagu baru, tapi ada juga yang dari album sebelumnya. Jadi aku bisa, lah, sing along dikit-dikit mah. Hehehe. Terus di salah satu lagu, ada featuring sama Anji, yang kostumnya juga nggak kalah keren dari talenttalent yang lain. Pake baju merah dan bolero besar warna merah juga. Terus ada juga kolaborasi sama Agung ‘Burgerkill’ di lagu Rasuk.

Total lagu yang dibawain di konser ini ada 11, sudah termasuk satu lagu legend dari Sarasvati, yaitu Story of Peter, yang dibawakan dengan aransemen yang lebih nge-rock. Tapi di tengah-tengah tetap ada dong, bagian nyanyi lagu Boneka Abdi yang dinyanyikan oleh penonton. Aku juga ikut nyanyi, sambil merinding sedikit. Kemudian muncul sosok putih raksasa sebagai visualisasi dari Peter yang juga berbeda dari biasanya. Keren banget! Nah, sekitar jam setengah 10 malam, konser pun ditutup oleh lagu baru yang ditunggu-tunggu, judulnya Wizard Girl.

DSC_0300
Visualisasi sosok Peter yang berbeda dari biasanya

Setelah itu, Teh Risa Saraswati menyampaikan rasa terima kasihnya kepada penonton, dan mengajak kami untuk ber-selfie bersama! Seluruh talent, personel Sarasvati, termasuk Teh Risa sendiri, turun ke tempat penonton. Segera semua menyiapkan handphone dan selfie berjamaah. Aku tadinya mau cari Teh Risa buat selfie bareng tapi penuh banget dan riweuh sama tas kamera, jadi aku nggak jadi selfie deh.

Secara keseluruhan, konsernya bagus. Sarasvati sukses mengawinkan konser dengan teater tanpa membuat mereka terlihat seperti band pengiring. Tapi sayangnya di tengah-tengah perform bagian teater, mic sempat ada yang mati, dan layar di bagian kiri panggung sempat error. Namun permainan lighting yang cantik, kostum yang keren, dan audio yang baik bisa menutupi kesalahan-kesalahan tersebut. Aku, sih, tetep suka. Ya, namanya juga fans. Hehehe. Ditunggu lagi deh performperform selanjutnya dari Sarasvati!

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *