Press "Enter" to skip to content

Perayaan Wisuda yang Nggak Biasa di “Sorge Gigs #19”

Wisuda adalah suatu momen yang ditunggu dan diimpikan sama semua mahasiswa. Karena menurut saya, itu adalah salah satu kado terbesar yang bisa kita kasih buat orang tua kita. Di mana kita bisa dengan bangganya pamer ke orang lain kalau nama kita resmi jadi tambah panjang. Pastinya momen kayak gitu sayang banget kalau dibiarin lewat gitu aja tanpa ada perayaan apapun. Bentuk perayaannya bisa macem-macem, mulai dari acara syukuran sekeluarga, hura-hura bareng teman sejawat, atau kalau yang angkatannya solid banget, bahkan dibikinin gigs gitu.

Nggak percaya? Tuh, buktinya Sabtu (12/3) kemarin, di Wind Tunnel UNPAR diadain Sorge Gigs #19, edisi Gondrong Sporti. Entah apa esensi dari “Gondrong Sporti”, yang jelas Sorge Gigs merupakan acara tahunan yang dibikin sebagai perayaan buat yang wisudaan. Orang-orangnya teh pada solid banget sepertinya, yha.

Pada kesempatannya kali ini, acara tersebut diisi dari campuran band internal dan juga band yang punya kenalan di internal. Mereka adalah Tamija, YST, Softblood, Noirless, Vator, Somnium, Fuzzy, I, Proletar, dan Tarrkam.

Sorge Gigs (2)

Sorge Gigs #19 ini dimulai sekitar jam 7 malam. Tapi karena kejebak hujan dan macet, saya baru nyampe jam setengah 8 pas banget waktu YST lagi siap-siap. Trio yang terbentuk sekitar akhir tahun 2015 tersebut membawakan lagu-lagu dari The Smashing Pumpkins, Dinosaurs Jr., dan juga lagu mereka sendiri. Hentakan drum dan juga suara distorsi udah cukup bikin penonton angguk-angguk ringan sebagai pemanasan buat nonton band selanjutnya.

Setelah itu berturut-turut Softblood, Noirless, dan Vator naik panggung. Pas Vator main, saya langsung terkesima sama teriakan dua vokalisnya yang ala-ala Riot Grrrl gitu. Saya yang asalnya lagi duduk-duduk nyantai tetiba jadi pengen liatin vokalisnya gitu. Eh, ikut moshing maksudnya. Wae.

Kemudian ada Somnium, band yang merupakan salah satu kontributor di album kompilasi Under The Sign Of Impending Doom Vol. 1 (2015) ini langsung menggebrak dengan suara ngiung-ngiung dari bass, yang disambut dengan raungan gitar, drum dengan pattern yang rumit dan teriakan dari drummer yang juga vokalis. Awalnya saya bingung nyari orang yang nyanyinya ada di sebelah mana, eh pas ditilik-tilik geningan si drummer-nya yang nyanyi. Jadi malu sama kucing aja. Meong-meong.

Sorge Gigs (3)

Waktu menunjukan jam 11 malem, tapi Fuzzy, I, baru siap-siap. Sebenernya pengen nonton mereka sampai beres, tapi mau gimana lagi, si mamah udah nyuruh pulang. Sebagai anak yang berbakti, yaa, saya nurut aja. Alhasil saya ngelewatin penampilan dari Tarrkam dan Proletar. Huftbgt.

Setelah nonton acara ini, saya jadi kepikiran buat bikin acara serupa di kampus saya nanti. Yaa, biar kerasa aja gitu selebrasinya teh. Menikmati momen sehabis wisuda dengan cara yang nggak biasa. Semoga edisi berikutnya diadain lebih meriah. Akhir kata, selamat wisuda, yha, manteman Unpar!

Foto: Haruka Fauzia

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *