Press "Enter" to skip to content

Perang Untuk Cinta di Pementasan “Benarkah Cinta Sudah Mati”

Akhir-akhir ini, sering banget diadakan pameran. Saya mulai bosan. Emang anaknya gampang bosan. Alhamdulillah, temen saya ngasih kabar kalau sedang ada pementasan di hari Jumat (30/10) kemarin. Garapannya Teater Katak, UKM dari Universitas Multimedia Nusantara, yang berjudul Benarkah Cinta Sudah Mati. Beneran udah mati? Bertempat di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Kisah ini bercerita tentang sebuah konflik antara Raja Gregory dan Raja Gargano yang mempunyai hubungan darah. Raja Gargano kesal, karena dia selalu dinomor duakan dalam keluarga. Dengan bantuan Evil Devil, Raja Gargano berhasil menculik Putri Siti setelah do’i bertanya kepada Dewa akan cinta yang sudah mati. Putri Siti adalah istri dari anaknya Raja Gregory, William. Kok jadi berat tulisannya? Dibalut dengan komedi yang nyeleneh, berhasil membuat para penonton tertawa lepas.

Evil Devil si raja setan.
Evil Devil si raja setan.

Nggak cuma pertunjukan di atas panggungnya aja yang menarik, di bawahnya, ada tim scoring yang membuat pementasan ini menjadi sangat meriah. Iya, lah, kalau nggak ada musiknya, nggak akan asik. Naon, sih. Durasinya yang kurang lebih 3 jam membuat pementasan ini nggak kerasa lama dan membosankan. Eh iya, itu juga karena dibagi menjadi 2 babak. Di perpindahan babak, diberi waktu istirahat. Lumayan deh, bisa ke toilet dulu.

Pementasan ini terasa menarik, yang membuat saya akhirnya menemukan suatu hal yang lebih seru ketimbang isi ceritanya sendiri. Tokoh-tokoh utama yang dipentaskan, merepresentasikan kelemahan-kelemahan yang ada di dalam sifat manusia. Contohnya seperti, arogansi, rasa iri dengki, dan lainnya, sehingga membuat kita dapat dengan mudah dihasut oleh godaan setan. Kayaknya harus makin rajin beribadah, nih. Biar nggak gampang digoda setan. Hehe.

Dewa bukan Budjana.
Dewa bukan Budjana.

Sebenarnya, pementasan ini merupakan sekuel dari Apakah Cinta Sudah Mati di tahun 2013. Pertunjukan yang diberikan Teater Katak ini cukup ringan buat para pemula seperti saya yang baru pertama kali nonton teater. Pokoknya, ditunggu lagi pementasan berikutnya. Sukses selalu, bye!

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *