Press "Enter" to skip to content

Penutupan Yang Menyenangkan Dari “DIADIKASIA”

Malam penutupan DIADIKASIA, Jumat (29/8) sukses bikin penonton puas. Acara yang dibikin santai ini melibatkan banyak band lokal dari mulai genre rock, post-rock, folk, pop, sampai dangdut. Seriusan ini mah, ada dangdut juga. Lamebrain feat. Lizzie yang menebar semangat rock blues-nya, Adew Habtsa & Rekan dengan ukulelenya, DILD, Karkara, Symphoni Polyphonic dengan musik yang nyentrik lewat medley lagu Metallica dengan lagu Rhoma Irama, Kesemutan, Senandung Taman dan masih banyak lagi. Jadi nggak heran kalau acara ini makin malem makin seru.

Nggak cuma band performance aja, kemarin juga merupakan closing art dan Anugerah Desain Interior ITENAS (ADII). Beberapa penghargaan diberikan kepada mahasiswa-mahasiswi Desain Interior berprestasi tentunya. Duh, kvlt! Ditambah banyaknya dedek-dedek panitia yang segar, manjain pengunjung yang selalu siap buat nyekil.

Ade
Adew Habtsa dan Rekan.

Meskipun sempat diguyur hujan, penampilan band harus tetap jalan, seperti mobil Indomaret yang terus jualan popmie. Barisan depan stage udah mulai dipenuhi sama orang-orang galau. Efek dari Senandung Taman yang sore itu tampil apik membawakan lagu enak, antara lain Ode Ujung Resah dan Senja Terbenam Di Bibirmu. Meskipun cuma tampil berdua, itu udah cukup bikin jumlah penggemar Dhea, vokalis Senandung Taman, bertambah.

Menjelang malam, giliran Lamebrain yang tampil menyenangkan kuping penikmat musik rock blues. Gila, penonton udah padet banget di depan stage. Aku sampai harus jengke nonton mereka dari belakang. Dan yang paling asoy adalah penampilan band yang lahir dari kampus ITENAS. Yak, musik sendu nan mendayu-dayu dari Mustache and Beard yang bawain 4 lagu, bikin semua penonton nyanyi bareng dan terhipnotis dengan suara Afif yang serak-serak basah. I’m already melted hahaha.

Lamebrain bikin jingkrak-jingkrak!
Lamebrain bikin jingkrak-jingkrak!

Setelah kita nge-folks, pengunjung langsung disuguhi Zaggle Griff yang malam itu bawain lagu Corner Hills.¬† Juara. Sayangnya, ada sedikit trouble di gitarnya Gege, jadi kurang¬†pecah aja. Di penghujung acara, kita diajak nge-dugstak sama DJ Puber Kedua, serta pelepasan lampion yang megah oleh mahasiswa Desain Interior ITENAS sebagai simbolis penutupan acara DIADIKASIA. Salah satu bukti kekompakan mereka yang menyiarkan foto kegiatan selama 4 hari sebelumnya lewat proyektor. Yap! Emang sukses deh dedek-dedek DI’13! Segan. Ditunggu acara yang seru dan segar lainnya, ya!

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *