Press "Enter" to skip to content

“Pariah”, Gelegar Amarah dari Warmouth

Berbicara soal letupan emosi, cara peluapannya pun biasanya berbeda-beda. Ada yang emosinya dihantarkan menjadi sebuah karya, ada yang diluapkan jadi sebuah umpatan, ada juga yang malah jadi status di media sosial. Nya kitu. Beda-beda.

Begitu pun dengan Warmouth, trio dari Yogyakarta yang memainkan musik hardcore/metal/punk ini, berusaha menghadirkan luapan emosinya menjadi sebuah album bertajuk Pariah. Terbentuk pada tahun 2013 lalu, Warmouth akhirnya akan merilis album pertamanya pada 16 Juni 2016 mendatang. Sebelumnya, trio yang digawangi oleh I Made Dharma Astika Kariada (gitar, vokal), Rahmat Gunawan (drum) serta Kurniawan Laksono (bass, vokal) ini merilis CD demo pada tahun 2013, dan album split bersama Cloudburst di akhir tahun 2014.

Pariah yang digarap selama 2 tahun ini akan dirilis oleh Samstrong Records dan dibuat ke dalam bentuk CD dan kaset. Proses perilisan album ini juga dikerjakan bersama dengan Disgusting Tapes, dan dalam proses mixing dan mastering-nya sendiri dikerjakan oleh Devid Salasughi yang juga menggarap album Opus Death milik Exhumation. Yoi.

Secara literal, ‘pariah’ teh merupakan sebutan untuk strata sosial terendah di masyarakat, kelas bagi mereka yang terbuang dan terpinggirkan. Album Pariah ini berisi 11 tracks dengan kombinasi musik cepat dengan nuansa sound berat. Meski berat, warga kreatif harus tetap tenang, soalnya cukup didengerin aja, nggak perlu dipanggul. Kan kamu bukan porter.

“Kami ingin orang yang mendengarkan album ini mampu merasakan apa yang coba dituang di album ini: kemarahan, ketakutan yang membabi buta bahkan hasrat berkontemplasi. Semua ini kami tuang dalam musik yang cepat sekaligus berat. Kami ingin menghajar kuping pendengar tanpa banyak basa-basi,” ujar I Made Dharma.

Lewat album Pariah, Warmouth berusaha menyuarakan hal-hal gelap dari sisi sentimentil manusia dalam menghadapi realita di kehidupan sosialnya. Beuh, berapi-api gini. Agar nuansa yang dihadirkan terasa lebih nyata, pembuatan artwork album Pariah ini digarap oleh Plasticmyth, salah satu artworker asal Bandung. Album Pariah ini pun nggak cuma didistribusikan di Indonesia aja, menurut Aditya (Samstrong Records), “Tidak hanya di Indonesia, album pertama Warmouth ini akan didistribusikan juga di Singapura, Malaysia, Jerman, Jepang dan Amerika Serikat, kami ingin membawa Pariah ke publik hardcore/metal yang lebih luas”. Semantap gitu.

Buat warga kreatif yang penasaran sama gelegar amarah dari album Pariah. Tunggu dulu sampai 16 Juni, sabar. Sementara mah, kamu bisa ceki-ceki dulu trailer-nya. Sembari iseng nunggu yang harus ditunggu.

                                                                         

Twitter: @hailwarmouth

Facebook: Warmouth

Bandcamp: hailwarmouth.bandcamp.com

Comments are closed.