Press "Enter" to skip to content

Panduan Penting untuk #BikinMaskerSendiri

Kekhawatiran, bila tak mau disebut sebagai ketakutan, masih menyelimuti kita semua. Penyebaran wabah pandemik bernama coronavirus (COVID-19) menjadi penyebabnya. Dan ya, tentu kita masih ingat headline di hampir semua media arus utama pun linimasa media sosial tentang maraknya penimbunan alat pelindung diri (APD) masker. Semua kalut.

Permasalahan nggak sampai di situ. Demand tinggi dari masyarakat membuat ketersediaan masker menjadi amat langka, termasuk masker khusus bagi tenaga medis dan pasien penderita, semisal masker bedah dan N95. Lalu, material masker seperti apa yang setidaknya cukup untuk kita gunakan dalam upaya pelindungan diri?

Design Ethnography Lab. (DE:Lab), laboratorium penelitian yang berada di bawah Kelompok Keahlian Manusia dan Desain Produk Industri, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, mengajak kita semua melalui campaign #BikinMaskerSendiri. Sebetulnya, gerakan ini tampak sudah dimulai oleh beberapa individu maupun kelompok.

Menurut DE:Lab, masker dengan menggunakan bahan yang umumnya ada di rumah seharusnya dapat menjadi alternatif, terutama bagi pihak yang dalam kondisi SEHAT. Dan perlu ditekankan, bahwa kreasi #BikinMaskerSendiri tidak dapat digunakan oleh tim medis dan pasien yang sedang sakit. Pernyataan tersebut berdasarkan rangkuman informasi yang mereka himpun tentang bahan masker yang umumnya ada di rumah-rumah di Indonesia dan dapat digunakan.

Campaign ini juga bermaksud untuk memberikan pemahaman bagi kita semua untuk tidak “kalap” dalam membeli masker operasi dengan jumlah besar, dikarenakan ketersediaannya amat diperlukan oleh yang mereka-mereka yang lebih membutuhkan. Informasi lengkapnya, silakan lihat melalui materi publikasi yang dibuat oleh DE:Lab. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan keselamatan. Mari #BikinMaskerSendiri.


Website: designethno.id

Instagram: instagram.com/designethno