Press "Enter" to skip to content

Pameran “Si Tintin Positif”, Merekonstruksi Memori

Melihat langit Bandung yang “monochrome” alias mendung, membuat saya ingin hang out ke tempat yang membuat nostalgia tapi dengan memberikan kesan yang fresh. Akhirnya, saya coba menyambangi Galeri S.14 yang sedang mengadakan pameran tunggal dari Adhya Ranadireksa yang diberi judul Si Tintin Positif” pada Kamis (4/12) kemarin. Lokasinya di Jalan Sosiologi no. 14 Komplek Perum UNPAD, Cigadung. Dari judulnya aja udah ngasih kesan kangen sama masa kecil. Keingetan cinta monyet juga jadinya. Hehe.

Udah keliatan dari judulnya, karya yang ditunjukin udah pasti berbau tentang si wartawan yang suka berpetualang bersama anjing putihnya yang lucu. Tapi yang disajikan oleh yang punya pameran di sini berbeda. Bedanya, mas Adhya merekonstruksi tampilan cover buku komik Tintin dengan bumbu-bumbu Islami, politik kapitalisme global serta fenomena jihad tapi dengan sedikit nyeleneh sebagai salah satu kelompok dari karyanya. Mungkin dia mencoba untuk merubah sejarah yang udah ada. Serius deh, saya berasa kayak abis dicuci otaknya dan di-reset gitu. Edan!

Sungguh nakal
Sungguh nakal.

Tapi kenapa, ya, kok yang dipilih Tintin? Katanya, sih, yang punya pameran emang suka banget sama Tintin. Tapi lama-kelamaan dia menyadari kalau merchandise asli yang dijual sangatlah mahal. Maka dari itu, akhirnya mas Adhya membuat merchandise sendiri dengan bantuan imajinasinya untuk memparodikan si idola dua dimensinya ini untuk dipamerin.

Tentunya karyanya ini bakal dijual bebas ke kalangan umum dengan harga yang terjangkau, seperti patung resin, poster, kaos, dan fotografi. Banyak lah pokoknya, jadi tergiur pas ke sana tapi baru sadar kalau dompet saya isinya bon-bon minimarket doang. Sebenarnya, pamerannya sendiri udah dibuka dari tanggal 29 November kemarin dan kurang lebih ada 60 pengunjung yang meramaikan pembukaannya. Rame, ya. Sayang, saya berhalangan hadir saat itu. Coba datang, pasti bisa nemu jodoh. Huhu.

Si eneng lagi ngeliatin karya yang berjudul Man Rabbuka
Si eneng lagi ngeliatin karya yang berjudul Man Rabbuka. Hii…

Pamerannya masih berlangsung sampai tanggal 29 Desember nanti. Oh iya, di tanggal 12 Desember bakal ada artist talk bareng Seno Gumira Ajidarma yang terbatas cuma buat 50 orang, dan ada bedah karya juga dari yang punya karya bersama Hari Prast dan Yoga Adhistrisna. Itu, lho, yang bikin komik Jokowi ala-ala Tintin. Haratis, bro! Nggak akan saya lewatkan tentunya. Sampai jumpa di sana, warga kreatif!

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *