Press "Enter" to skip to content

“Nerohelia”, Harmoni dalam Elemen yang Berlawanan

Mungkin buat beberapa Warga Kreatif, Pensi SMA ittu “geus teu level deui“, apalagi kalau kalian ngakunya anak skena slash hipster slash indie kelas berat, atau buat yang rumasa berumur, sih, intinya mah. Eits, tapi kalau yang satu ini, boleh lah dibikin pengecualian. F2WL (From 2 With Love) a.k.a Bazaar SMAN 2 Bandung, emang punya track record yang edan di kancah per-pensi-an SMA di kota Bandung, bisa dibilang ‘barometer’-nya lah. Whoa, ini mah opini yang nulis aja loh yah. Jangan dimasukin ke hati.

Tahun ini, F2WL’16 menggelar pre-event keduanya pada Sabtu lalu (24/10) bertempat di Lapang Karet SMAN 2 Bandung, dengan mengusung judul Nerohelia. Bukan ih, bukan geng cewe-cewe sangar itu. Beda lagi. Mengutip perbincangan singkat dengan salah satu panitia, “Nerohelia” ini artinya Air dan Api. Wah kayaknya ini mah fans Naif panitianya nyak? Teu ketangNerohelia ini katanya menggambarkan kalau di dunia ini yang namanya konflik itu selalu ada dan nggak bisa dihindari, tapi kedua elemen yang berlawanan ini, toh bisa hadir bebarengan di sini. Harmoni tea ningan bahasa bakunya mah. Simantap.

Nerohelia mengaplikasikan kedua elemen ini lewat headline line-up talent-nya. Nggak tanggung-tangguh lho, di lini Api, alias genre musik yang keras, ada Luminous Hunter, The Fox and The Thieves dan TARING, sementara di lini Air diwakili dengan genre yang lebih kalem, ada Littlelute, Rocket Steady dan kojo-nya event yang satu ini, SORE. Aku cukup reuwas, sih. Untuk ukuran sebuah pre-event, F2WL’16 bisa mendatangkan performers yang kebilang ‘wow’. Gimana main event-nya coba…

Aku baru dateng ke lokasi pas Littlelute udah mau beres, gara-gara kota Bandung seperti biasa macet kalau weekend. Tapi, lumayan lah, kebagian sayup-sayup suara gemay mbak vokalis dari parkiran. Akhirnya, baru setelah segala macam prosedur di meja registrasi dan ‘dicegat’ adik kelas sama salim-salim sama guru dan hal lainnya. Biasa, alumni gitu, lho, langsung aja aku liat penampilan dari Rocket Steady yang udah setengah main. Lumayan lah. Enak goyang-goyang santai pas sore-sore.

Oh iya, sebelum nyampe ke stage, aku liat ada yang lagi live painting gituh. Gaya gambarnya familiar banget bahkan dari jauh pun. Setelah dideketin karena kepo, ternyata ada Addy Debil a.k.a WHOP dan kawan-kawannya yang lagi bikin ilustrasi buat Nerohelia. Lucu banget, sih, aslina.

WHOP lagi curat-coret, chubangs~
WHOP lagi curat-coret neh, chubangs~

Kayaknya penampilan Rocket Steady itu, bisa dibilang sebagai pemanasan. Giliran selanjutnya yang bikin gerah, yaitu band sangar kojonya lini Api, TARING. Wah, mantap, sih, Lapangan Karet berubah jadi moshpit. Tapi hamdalah, nggak chaos banget. Pokoknya mah performance TARING beneran ‘ngaduruk‘ lah. Terus ditengah-tengah, tiba-tiba mereka ngajak nyanyi hymne SMAN 2 Bandung gitu. Bau-baunya, sih, ada personil yang alumni juga, tapi aku juga nggak terlalu tau pasti siapa. Penampilan mereka ditutup oleh lagu andalan doi, Nazar Palagan. Ngesang pokoknya.

Lapangan Karet makin rapat, semua orang pasti nungguin guest star lah, yah, masa nungguin pohon karet dituar. Setelah agak lama persiapan dan MC mulai habis bahan, akhirnya, AKHIRNYA! Yang ditunggu-tunggu tampil juga, SORE! Penampilan dibuka oleh beberapa lagu baru mereka dari album Los Skut Leboys, salah satunya R14, yang katanya dipersembahkan untuk artis senior multi-talenta kesayangan warga Indonesia, Ria Irawan. Walau kebanyakan nggak pada ikut sing along diawal-awal, tapi tetep kok, semuanya goyang-goyang asik ngikutin irama olahan Ade Paloh dan kawan-kawan. Di tengah penampilan, mulai lah dibawakan lagu-lagu pamungkas mereka yang garansi bikin semua karaoke massal, seperti Sssst…, Mata BerdebuSetengah Lima, dan akhirnya ditutup oleh No Fruits For Today.

SORE bikin sore ini jadi syahdu...
SORE bikin sore ini jadi syahdu…

Nggak kerasa udah sekitar 45 menit ajah. Mas-mas Sore pun mulai lepas alat musiknya dan bubaran. Di belakang ada yang teriak-teriak “we want more“, tapi nggak diwaro. sedih teu? Acara pun akhirnya beres sebelum maghrib. Yang nonton senang, pulangnya pada senyum-senyum soalnya. Nggak tau gara-gara liat kecengan ketang itu mah. Aku lebih senang, soalnya baru kali ini dateng ke pre-event sebuah pensi slash berkunjung ke almamater dengan penampil yang emang berkualitas. Nggak sekedar karena lagi nge-hype ajah atau massanya emang banyak. Semoga di main event-nya semakin mamprang, yah. F2WL’16, ditunggu, lho!

 

Foto : Hanni Novitasari T.

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *