Press "Enter" to skip to content

My Stupid Boss (2016): The Bossman Emang Gitu

Indeks Prestasi Keren (IPK): 8/10

Sebenernya urang teh paling nggak bisa menulis, tapi dapet tugas harus menulis review film Indonesia yang lagi hits-hits di kalangan warga kreatif, yaitu My Stupid Boss. Tapi berhubung ieu tugas dan kewajiban untuk memenuhi tulisan di rubrik #ReviewFilm, ya kudu diselesaikan juga. Toh, tugas sama dengan tanggung jawab, lalaki mah kudu tanggung jawab. Sedaaaappp… Sorry.

Warga kreatif udah tau belom kalau sutradara dari film Ganteng-Ganteng Serigala, eh, sorry, maksudnya Serigala Terakhir, Upi, ngeluarin film baru lagi, judulnya My Stupid Boss. Film yang dibintangi (cieee dibintangi) sama Reza Rahadian sebagai Bossman, Bunga Citra Lestari sebagai Diana (bukan Diana Pungki yak, sorry), terus ada Alex Abbad sebagai Dika, suami Diana, dan didukung juga sama beberapa aktor dan aktris dari Negeri Jiran a.k.a Malaysia, seperti Bront Palarae yang main juga di film seriesnya Joko Anwar, yaitu Halfworlds. Terus ada lagi Atikah Suhaime sebagai Norahsikin, dan masih banyak lainnya, nggak bisa disebutin satu-satu juga, kalau kepanjangan entar dikira buku telpon.

Film yang menceritakan seorang wanita bernama Diana yang tinggal di Malaysia karena mengikuti pekerjaan suaminya. Karena Diana ieu jelemana teu betahan jadi ibu rumah tangga, makanya dia mencari pekerjaan. Nah, kabeneran, suaminya punya kenalan yang lagi cari pegawai untuk di perusahaannya itu, ngelamar kerjalah Diana ke tempat temen suaminya itu. Di perusahaan itu Diana ketemu sama orang yang nge-interview sekaligus nu gaduh perusahaan eta, yaitu Bossman.

Setelah diterima kerja di perusahaan si Bossman, Diana ngerasa senang. Senangnya bukan main si Diana keterima kerja di situ karena dia otomatis punya kesibukannya selain menjadi ibu rumah tangga. Tapi ternyata kesenangan itu hanya di awal. Setelah sabaraha lila kerja di perusahaan itu, Diana ngerasa kalau si Bossman teh ternyata kelakuannya absurd, teu. Mulai dari hal-hal yang nggak penting sampai yang penting pun si Bossman ngeresponnya selalu nggak sesuai harapan. Kejadian eta teh nyak terus berulang-ulang, sampai-sampai si Diana curhat soal kelakuan temannya sekaligus bossnya ke Dika, suaminya. Dika ternyata susah untuk diajak curhat, setiap Diana curhat pasti suaminya menjawab dengan jawaban yang sama, “dia emang gitu”.

Pada suatu saat Diana kepikiran buat balas dendam ke Bossman, bales dendamnya itu dengan ceritain ke teman-temannya, kemudian mereka ngedukung Diana buat melaksanakan niatnya buat bales dendam ke Bossman. Ada momen di mana Bossman lagi pergi ke New York, iya New York, tempatnya Rangga kerja di warung kopi. Nah di momen itu Diana melaksanakan balas dendam ke Bossman. Banyak dah bales dendamnya, saking banyaknya sampai nggak bisa diceritain satu-satu.

Sampai juga di ending. Nah, ending-nya ini kalian pasti kalau nonton nggak akan nyangka, kalau si Bossman ini punya hati yang luar angkasa. Luar biasa maksudnya. Ada satu momen di mana Diana teh, ya, udah pengen mengundurkan diri atau bahasa kerennya warga kreatif mah resign dari perusahaan si Bossman. Tapi pas Diana pengen bilang dia mau resign, Bossman memotong omongannya dan mengajak Diana ke suatu tempat, yaitu Rumah Kebajikan dalam Bahasa Malaysia, atau mun Bahasa Indonesia mah rumah panti asuhan, terus si Bossman pengen merenovasi rumah panti asuhan itu. Tah tidinya keliatan kalau Bossman teh punya hati yang luar biasa lah di balik kelakuannya yang absurd.

Kata saya mah film ini sangat menghibur dengan mengusung genre komedi, da emang bener-bener komedi, lain komedi putar yang dibilang Virdy (mahasiswa Unisba). Terus juga cocok pisan buat warga kreatif yang lagi pengen ketawa-ketawaan sama temen main, temen kantor, atau temen tapi mesra. Maia Ahmad tea. Pesan saya mah cuma satu, selama nonton perhatiin Bunga Citra Lestari, duh, lucu pisan. Mudah-mudahan spoiler ini bisa buat penasaran warga kreatif sama Bunga Citra Lestari. Maap, filmnya maksud saya.

Comments are closed.