Press "Enter" to skip to content

Mustache and Beard: Tuah Kumis dan Jenggot

“Kenapa, sih, kalian harusan kumisan+jenggotan?” Itu pertanyaan spontan saya ke mereka. Kaget aja, sih. Jumat (2/5) lalu kandang ROI kedatangan 3 cowok bewokan, 3 cowok kumis tipis, dan 1 cewek tak berjenggot dan tak berkumis. Saya kira mereka itu debt collector, makanya udah siap siaga dengan tongset (tongkat setan,RED) andalan ROI.

Ternyata mereka adalah Bima Andika (gitar/vokal), Adri Imad Kadifa (terompet/trombon), M Afif (akordeon/flute/vokal), Febryantri (gitar/vokal), Ari Surya (bass), dan M Nagib (drum). Pantesan pada punya kumis, mereka itu Mustache and Beard, unit folk asal Bandung yang belakangan lagi kebanjiran job manggung. Oh iya, yang cewek, itu road manager-nya.

Saya tambah pertanyaannya. “Apa musik folk itu harus identik dengan bewokan?” tanya saya. “Setiap product, harus ada unique selling point-nya. Ya, brand-nya kami ‘kumis dan jenggot’-nya itu. Dari mulai logo, stelan sampai cara kita main,” jawab Adri.

Yap, kumis+jenggot itu ternyata salah satu yang membuat mereka pede untuk “bersaing” dengan band tipikal lainnya. Salah duanya, kalau kalian pernah mendengar single teranyar mereka, Morning Life, atau pernah melihat mereka manggung, pasti sadar kalau mereka membawakan “keceriaan”.

“Uniknya, kami membawakan folk yang warna-warni, makanya ada yang menamakan genre kami sebagai folkyfolkafolkestra. Lebih pop, lah. Atau apa ya? Folk gemes, lah. Hahaha…” kata Adri.

“Masalah lirik juga warna-warni, tapi yang ditonjolkan memang keceriaan. Ya, kami main musik, memang karena pengen pesannya sampai, lebih puas aja,” tambah Afif yang punya porsi lebih banyak di divisi lirik.

Dua hal di atas memang belum jadi alasan kuat kenapa kita harus mewaspadai band ini. Tapi, mengingat Mustache and Beard baru terbentuk sekitar dua tahun lalu, plus ternyata mereka bisa muncul ke permukaan padahal invasi folk lokal mulai surut, manuver mereka, ya, cukup berbahaya kawan-kawan.

Oh ya, Mustache and Beard kabarnya sedang menyiapkan debut album juga, lho! “Buat kami, album itu menunjukkan kalau band itu ada,” pungkas Bima. Nah, ini! Semoga albumnya rilis, sebelum mereka kehilangan momentum. Amin.

foto : Rinan

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *