Press "Enter" to skip to content

“Musik Sore”, Gigs Kecil-kecilan yang Begitu Menyenangkan

Mendatangi sebuah gigs kecil yang menjanjikan keseruan emang udah paling bahagia. Meskipun kebanyakan orang masih aja milih-milih gigs, diliat dari line-up band, ekspos media terhadap si acaranya, atau banyaknya cewek-cewek cantik yang diproyeksikan datang ke gigs tersebut. Payah. Berarti mereka melewatkan wahana menyenangkan bersama Musik Sore, gelaran anak-anak FSRD Itenas, Jum’at (30/1) kemarin. Kali ini mereka membawa tagline Prestigious Escalation, dan memulas gedung FSRD Itenas menjadi tempat perhelatan.

Sempet berharap Itenas bikin gelaran Jum’at Jahat yang madepp itu lagi. Tapi nggak apa-apa deh, yang ini juga nggak kalah berbahaya. Musik Sore, menurut saya mah, lebih ke acara internal, di mana tiga jurusan yang tergabung dalam Fakultas yang sama bisa sama-sama senang menikmati acara ini. Meureun, sih. Memulai wahana dari jam 6 sore, Musik Sore harus berterima kasih kepada Tuhan karena nggak turun hujan gede. Oh iya, sekilas, gedung yang mereka jadikan venue ini mirip rumah susun siah. Penonton mengelilingi stage tanpa panggung, terdiri atas 3 lantai. Seru kieu, siga sekolah.

Dan percayalah, jangan khawatir dengan suguhan band-band yang main. Ini Itenas. Beberapa band lama maupun baru, lahir dari Institut oranye ini. Sebut aja Mustache and Beard, Daud, The Fox and The Thieves. Atau yang lebih lama, sih, ada Mocca, Cherry Bombshell. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Jadi, jelas, acara sejenis inilah yang harus rutin digelar, yang siapa tau memunculkan band-band baru, sehingga ada regenerasi, lah, biar band yang hits nggak itu-itu aja.

Berturut-turut tampil band dengan suguhan yang berbeda. Ada yang musti di-moshing-keun, atau yang selayaknya disikapi santun. Banyak sekali yang main, bikin tulisan ini jadi panjang. Elye, Pita Suara, Kesemutan, Baturanjo, The Waluyos, IATY, Juggernaut, Hiatus, Hablast, Karkara, Anaist, Racunaut, Helliost, The Pilsner, The Alrights dan Teman Sebangku, menjadi utusan penyampai bebunyian enak kepada masyarakat. Edan, kesel gini bahasanya.

Bukan cuma musik, Musik Sore juga jadi ajang buka lapakan dari Spinel, Demoniousdeuce, Tomada, Kopi Roda, Aw Feel Good dan Greasy Grips.  SIMAX dan Jumat Blarrr juga ngadain gathering and sharing gitu. Terus teh mereka ngadain balap motor. Tapi nu meunang teh nu pang launna. Luar biasa lengkap keceriaan ini.

Udah, gitu aja? Itu mah yang mejeng di flyer acara aja. Yang nggak tampak tapi ada, adalah surga cewek-cewek segar penghilang rasa perih mata karena kena asep rokok. Atuh da anak desain mah kaum hawa na ge teu kedah ditaros. Kehangatan juga tampak dari obrolan seru antarpersonil band, antarpengunjung yang saling pinjem korek, dan antarmahasiswa yang nanyain tugas.

Eh, lupa bahas band. Iya gitu, seru pokoknya hahaha. Banyak yang memancing gerakan liar untuk sekadar cari keringat, dan banyak juga yang pamer skill. Nggak apa-apa kalau emang bisa mah. Penampilan yang menarik tentu ketika giliran Teman Sebangku tampil. Wajah-wajah sangar kaum adam yang haus akan musik keras, terpaksa meluluhkan diri menikmati suara halusnya Sarita dan petikan enak dari Doly. Sayangnya, kesyahduan itu nggak berlangsung lama. Penonton langsung dihajar dengan musik post-metal dari Racunaut. Racun! Bikin orang-orang jadi harus beli tisu karena keleknya keringetan. Racunaut juga membawakan trek barunya, Cakrawala, yang nantinya masuk ke dalam EP mereka bertajuk Raung. Sepatutnya kita waspadai.

Seru! Acara yang makin menunjukkan pada khalayak, agar nggak usah ragu dateng ke gigs kecil, dengan segala kejutannya. Paket lengkap yang belum tentu kamu dapetin di acara-yang-katamu-gede, ataupun di pensi SMA. Sering-sering aja bikin yang kayak gini, sebelum nanti acaranya diberhentiin sama Bapak Rektor tersayang. Aku sayang cewek desain.

Comments are closed.