Press "Enter" to skip to content

“Miscellaneous”, Keakraban yang Memuaskan

Bandung emang butuh gigs! Asli ini mah nggak mengada-ngada. Meskipun memang butuhnya gigs dengan band pengisi tertentu. Kesel juga, sih, pilih-pilih udah kayak juri Masquerade di Global TV. Yaudah lah, datangi dan support aja segala jenis musik. Dan ucapan terima kasih untuk Makma UNPAR 2014, gelaran dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen, yang udah memenuhi kebutuhan Bandung akan gigs yang enak dinikmati. Makma, atau Malam Keakraban Manajemen, adalah acaranya mahasiswa baru, dan kali ini mengusung tajuk Miscellaneous. Ospekan mendidik. Mantap. Cuanki Serayu.

Bertempat di Teater Tertutup Dago Tea House, Sabtu (21/2) kemarin, rame pisan yang datang. Sumpah aing mah. Selain karena acaranya gratis, guest star-nya juga mantap. Ada Payung Teduh sama Dried Cassava. Juga kebanyakan dari mereka yang datang tuh pengen sekalian malam mingguan atau nyekil anak UNPAR. Gitu weh ai jomblo mah, rupa-rupa. Selain dua band tadi, band tuan rumah dari berbagai angkatan juga main. Band-band ini juga tampil di Makma tahun sebelumnya. Pokoknya mah ini acara milik anak Mene UNPAR aja. Juga ada Pom-Pom Boys, Kabaret, Fashion Show, Modern Dance dan Musik Kontemporer. Wareg.

Mungkin ini maskot acaranya...
Mungkin ini maskot acaranya…

Dibuka dari jam 4 sore, orang-orang udah mulai menuhin parkiran. Banyaknya, sih, masih nongkrong di luar ngerokok sambil ngobrolin One Piece episode terbaru. Tapi semakin malem semakin nggak wajar yang datang. Ya, setelah nguping sana-sini, ternyata kebanyakan orang pada ngejar penampilannya Payung Teduh. Jarang juga, sih, band satu ini mampir ke Bandung. Panitia sampai harus pakai sistem buka-tutup gate agar venue nggak penuh sesak. Kasian juga kan kalau semuanya masuk terus eungap. Takutnya ada yang pingsan karena kentut orang.

Antrian itu berlangsung sampai acara beres, menurut info dari MC. Lebokin deh yang nggak bisa masuk. Di dalam venue sebenernya masih memungkinkan buat penonton masuk. Sayangnya, kebanyakan penonton memilih duduk layaknya penonton wayang. Sampai tiba akhirnya penampilan dari Dried Cassava. Band alternative rock dengan nuansa blues dan funk asal Jakarta ini emang rajin manggung di acaranya anak UNPAR. Seakan udah jadi kojo pemuas nafsu anak UNPAR pencari keringat segar. Tapi terima kasih, udah ngundang mereka kemari (lagi).

Dried Cassava!
Dried Cassava!

Tampil tanpa Saras Juwono sebagai backing vocal yang lagi melanjutkan studi di luar negeri, Dried Cassava menyapa ratusan orang dengan lagu Freefall. Enerjik sekali. Ditemani oleh Rosa, yang katanya bakal mengisi pos backing vocal sepeninggal Saras. Cantik, lah. Trek-trek di dua albumnya, Mind Thieves (2011) dan Sensitive Explosive (2014), dibawakan dengan memancing kepala untuk bergerak layaknya pajangan mobil. Nomor macam Hellblazer, Set Sail, Paradox, Ah!, Zurr En Arrh dan Chumbawombi, mampu membuat penonton yang menunggu Payung Teduh bersabar dan sedikit kesal.

Yes, seperti yang saya bilang di awal, bahwa kebanyakan orang mendengarkan beberapa jenis musik tanpa menerima jenis musik lainnya. Terdengar beberapa celetukan yang meminta Dried Cassava segera berhenti dan meneriakkan Payung Teduh. Ih, klise gini. Masih ada, yah, penonton yang kayak gitu hehehe. Sampai pada akhirnya giliran Payung Teduh yang main. Teriakan histeris dan desakan penonton yang mencoba masuk, menyambut Is dan kawan-kawan. Himbauan MC yang meminta penonton berdiri dihiraukan. Penonton pada pengen duduk. Biar syahdu aja gitu.

Payung Teduh bareng Ica si cantik.
Payung Teduh bareng Ica si cantik.

Payung Teduh benar-benar membius seisi Dago Tea House. Lagu-lagu macam Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan, Resah dan Kerinduan, dibawakan dengan bantuan suara penonton yang udah fasih melantunkannya. Saya mah masih buka metrolyrics.com buat ikutan nyanyi. Di tengah penampilannya, Payung Teduh mengajak Ica, seorang sahabat mereka, untuk ikut bernyanyi membawakan lagu Mari Bercerita. Enak. Cantik. Oh ya, malam itu juga penonton cukup terhibur oleh Is yang tengil dengan celetukannya.

Hari yang melelahkan, berdesakan demi menikmati sajian gurih dari Makma Unpar 2014. Benar-benar sebuah keakraban, yang bukan hanya antarmahasiswa Mene UNPAR, tapi antara penonton dan penampil. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para penampil lainnya, rasanya Miscellaneous menjadi panggung perkenalan (lagi) bagi Dried Cassava, dan konser yang intim dari Payung Teduh. Apa pun itu, terima kasih Makma Unpar 2014! Ditunggu kejutan lainnya tahun depan.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *