Press "Enter" to skip to content

Meriahnya Pesta Kostum di Trunofest #2

Mungkin kamu pernah melamun, ingin rasanya bepergian keluar, menikmati pertunjukan musik dengan berpakaian semaunya. Namun mamah selalu melarangnya demi menjaga etika berpakaian. Tenang, ada gigs yang membebaskan, atau malah mewajibkanmu berpakaian seenak jidat sambil menikmati suguhan musik keras sembari moshing nggak karuan. Pesta kostum!

Yes, Trunofest kembali digelar! Event bikinan komunitas Truno23 ini sudah menginjak gelaran yang ke-2 pada Jum’at (26/9) lalu, bertempat di Beer House Lucky Square. Dengan membayar biaya sodakoh sebesar 10 ribu, kamu sudah diperbolehkan memasuki venue kecil penuh manusia berkeringat yang keringatnya nggak seperti keringat Melody di iklan Pocari Sweat. Kalau mau minum-minum, ya, bayar lagi.

Trunofest #2 menghadirkan Group Orkes Daerah, Sacred Witch, Sunny Summer Day, Theist, Tikungan Tajam, Powerpunk, Danger Ranger, The Slave dan Full of Hate. Bayangkan, sudah mah penuh, dipenuhi gerakan semi-liar, kadar oksigen tipis, tapi bisa keketawaan liat kostum-kostum unik. Nih, ada kostum superman, daftpunk, anak sd, pelayan seksi, banci, kantoran, pencak silat, taekwondo, setelan futsal, kepala Gerald-nya Hey Arnold, dan setelan santun lainnya, da loba pisan~

Awas, Tikungan Tajam!
Awas, Tikungan Tajam!

Penampilan seru tergambar saat Powerpunk dapet giliran tampil. Mereka memberikan kesenangan secara gratis buat para penonton lewat lagu-lagu yang dimainkan. Hampir sepanjang lagu terlihat padukdek antar penonton. Lari, loncat, gabrug, tumbang. Bangkit lagi. Moshing lagi! Tapi ada yang pogo juga hahaha!

Selepas mengeluarkan energi banyak, Danger Ranger tampil menenangkan penonton yang lebih memilih beristirahat sejenak di bar. Membawakan lagu-lagu lama seperti Party On dan Berhenti Melangkah, mereka juga cover lagu Melompat Lebih Tinggi punya Sheila on 7.

The Slave tampil bertelanjang dada.
The Slave tampil bertelanjang dada.

Yang lebih seru adalah ketika The Slave, si barudak skate, tampil dengan stoner rock yang digandrungi cowok rapi minim keringat. Yang tadinya barisan depan stage kosong, langsung padat dan menyisakan sedikit ruang untuk sang vokalis, Norman Genta, yang lebih banyak bercengkrama dengan Kiming (bassist Powerpunk, RED) saat jeda. Lagu-lagu di album Remorse dibawakan, antara lain Break The Rules, Great Satisfaction dan Life In Peace. Headbang disana-sini.

Aksi Full of Hate benar-benar ditunggu malam itu. Barisan depan kembali dijadikan arena moshing yang tetap segar meski sudah larut malam. Lemas, bossku! Dan malam itu ditutup dengan irama dangdut yang syahdu. Trunofest #2 sukses menghadirkan gelak tawa lewat kostum yang nggak masuk akal, serta pertunjukan musik yang mampu memancing gerakan moshing, headbang hingga pogo. Sampai ketemu tahun depan!

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *