Press "Enter" to skip to content

Menyimak Lebih Dalam tentang Retrospektif Homicide

Bisa dibilang kolektif hiphop asal Bandung, Homicide, sudah bubar tahun 2007 lalu. Tapi, jangan salah, etos karya mereka masih dibahas dan dihidupkan kembali, lho, di s.14 ArtSpace and Library. Saya merasa beruntung kebagian meliput artist talk & Diskusi The Nekrophone Traces: Arsip, Manuskrip dan Dokumentasi Homicide, di hari Sabtu (18/6) kemarin. Mengapa? Selain diskusi yang dibikin tanpa ruang dan batas antara artist dan pengunjung, adanya buka bareng Homicide dan takjil yang disiapin juga membuat suasana diskusi mengenai linimasa Homicide ini semakin ciamik. Nggak hanya itu, hadirnya fans dari Cianjur yang mengaku mengetahui lagu-lagu Homicide dari bangku SMA menambah nilai penting acara ini. Coba bayangin, rela touring ke Bandung untuk bercerita dan diskusi rileks bersama Homicide.

Pameran ini berupa karya-karya rilisan dan desain yang menjelaskan cerita perjalanan panjang Homicide. Desain yang dibuat Ucok cs. dari tahun 1994 hingga 2016 dipajang pada area depan s.14 hingga ke ruang diskusi. Menurut saya pribadi, Homicide sampai sekarang belum ada penggantinya karena memiliki kualitas membuat lirik “neraka” yang cerdas nan bisa dicerna oleh semua kalangan.

Memasuki sesi diskusi, gaya komunikasi Ucok yang bercanda banget diselingi dengan perkataan bergizi nan cerdas, membuat waktu terasa cepet banget. Ucok dan Azi banyak bercerita mengenai cara mereka membuat lirik dan disertai penjelasan menciptakan 64 bar dalam satu lagu, namun akhirnya hanya terpakai 18 bar. Nggak lupa, Ucok membeberkan referensi Homicide. “Company flow mempengaruhi kami, membuat pendengar bisa menerka-nerka, nah itu company flow, lirik tuh memberikan rasa seperti naik level. Company flow juga itu dia bisa politis tapi tanpa harus terlalu politis,” ujar Ucok aka Herry Sutresna.

Bagi yang belum sempat datang, jangan nyerah dulu, rentetan acara ini belum berakhir, kok. Karena pada Jumat (24/6) nanti, Ucok dan Linggo akan mengajak diskusi tentang Skema Musik Bandung, Emansipasi Radikal, dan Perngorganisiran Komunitas. Sok ah yang ingin lebih memperdalam ilmu tentang skema musik Bandung dan komunitas-komunitasnya, dateng aja ke s.14, dijamin menambah wawasan warga kreatif.

Comments are closed.