Press "Enter" to skip to content

Menyambut Tamu dari Seberang di “Saritilawah Vol. 2”

Aku bingung sama cuaca Bandung siah. Siang panasnya kayak kalau liat doi pasang DP bareng cemcemannya, malemnya hujan deres banget kayak dapet hari pertama. Yaudahlah, biarin aja, da kita mah nggak bisa melawan alam, bisanya mencegah global warming. Naon. Biar mengurangi rasa keenggak-puguhan di tulisan ini, mending kita cerita-cerita aja yah.

Sabtu (30/1) kemarin, aku mendengar bahwa ada gelaran seru, judulnya teh Saritilawah vol. 2 yang digerakin sama Cucukrowo Mekgejin dan Lekka Leisure Club gitu, bertempat di Buffy Beer House. Aku datengin deh. Tenang, jangan kerung dulu, ini bukan acara pengajian di tempat mimi-mimi. Pokoknya ini acara musik, nggak tau deh kenapa dinamain “Saritilawah”, tanyain weh sebagay-sebagay Cucukrowo Mekgejin-nya. Nggak apa-apa seenggaknya biar barokah aja, kan istilahnya nama adalah doa. Buat yang lupa sama pentas perdana Saritilawah, baca dulu atuh di sini.

Volume ini mungkin temanya post-rock slash instrumental gitu kali yah, soalnya yang main ada band Dirgahayu yang jauh-jauh dateng dari Kuala Lumpur buat main di sini. Katanya, sih, mereka emang lagi tur gitu di Indonesia. Nggak cuma Dirgahayu doang dong, ada juga band-band post-rock slash math-rock lokal terbaaks yang nemenin mereka tampil, yaitu Flukeminimix dan Ellipsis. Gurih emang.

Penampilan pertama dibuka oleh kuartet Ellipsis. Nggak tau memang karena venue-nya yang nggak terlalu gede atau gimana, penampilan Ellipsis kali ini terasa lebih garang alias powerful. Lagu-lagu yang dibawainnya juga hampir semua dari album mereka, Advertisies. Eh, ada tulisan lama tentang launching album mereka, lho, di sini, kali aja gitu. Sempat ada kesalahan teknis, alias senar salah satu gitarisnya pegat, jadi aja sekitar ada lah 5 menit rada bengong dulu. Tuh kan itu teh bukti memang Ellipsis kemaren mainnya gerung kan.

1813
Venuenya remang-remang gitu, kayak masa depanku dan doi.

Setelah break adzan magrib dan sekilas pariwara dari kang MC, penampil selanjutnya, Flukeminimix, naik juga. Penampilan Flukeminimix ini kebilang lebih dinamis kali yah dibanding yang lain. Kenapa? Soalnya komposisi-komposisi yang dibawain juga nggak semuanya keras, tapi ada juga yang lebih kalem tapi kelam. Pas lah sama venue yang remang-remang gitu. Setelah sekitar setengah jam yang cukup menyenangkan, akhirnya doi udahan juga. Enak ih mang, sering-sering tampil lah.

Hampir menuju akhir acara, nih, kojonya acara ini bakal tampil! Tapi doi cekson dulu sebentar. Ceksonnya aja udah enak siah btw. Akhirnya, setelah dipanggil MC dua kali, dan dibuka oleh permainan efek, Dirgahayu naik panggung juga. Jujur, aku baru pertama kali dengerin Dirgahayu, dan nggak nyangka ternyata musik mereka bakal seseger ini. Pemainnya juga pada lincah banget. Venue udah padat banget sampai kasian ke waitress sekitar kudu seselepetan, dan Dirgahayu permainannya bikin semakin ngesang alias tarik. Ngesang pisan sampai drummernya cuma pake boxer atuhlah.

Mantap, gigs seger sekaligus menyambut tamu dari seberang ini harus dilestarikan sampai volume puluhan deh. Semoga turnya Dirgahayu lancar juga atuh yah. Sering-sering undang band-band tetangga yang lain, seenggaknya dipermusikan mah kita damai gitu, keunlah di luar aslinya gimana. Dirgahayu, Saritilawah vol. 2!

 

Foto : Aditya Shorea Pratama

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *