Press "Enter" to skip to content

Menyambut Fourtwnty sebagai Headliner Limunas XIV

Pertengahan tahun 2017, saat itu di kantor ROI!, saya sempat merasa terganggu oleh seorang teman bernama Agung. Dia bukan anak ROI!, kebetulan aja nebeng tidur. Alasan saya, dia terlalu sering menyetel dan melantunkan lagu-lagu Fourtwnty, unit (((indie))) pop, yang mana sekalipun itu easy listening, tapi membuat saya bosan mendengar kata “sembilu”, “sapi”, dan “jambu”. Agung sangat mengidolai musik mereka. Dan pada satu kesempatan Fourtwnty manggung di Bandung, Agung curi kesempatan untuk berkomunikasi langsung lalu meminta kontak Ari Lesmana, sang vokalis. Malam selanjutnya, Agung sumringah sambil bilang, “Whatsapp aing dibales, Du. Bageur kieu.” Saya mulai memahami bahwa output sebuah band bukan sekadar musik mp3 yang bajakannya tersebar di mana-mana. Tapi lebih dari itu.

Melalui siaran pers, kolektif penikmat musik Limunas juga bercerita tentang bagaimana mereka bisa mengenal Fourtwnty. Dalam pertemuan informal, Ari berbicara kepada mereka; “Gila, dulu kami ditolak di mana-mana, aku ke mana-mana bawa proposal biar Fourtwnty bisa manggung. Masukin lagu ke radio-radio, semua aku jalanin. Nggak aku kira jalannya akan seperti sekarang.” Dan ya, kini mereka adalah headliner Liga Musik Nasional edisi ke-14. Bergabung bersama daftar kelompok musik berbahaya lain yang sudah lebih dulu dipercaya tampil di Limunas.

Limunas XIV akan digelar pada 28 Juli 2019, kembali memaksimalkan ruang Auditorium IFI Bandung sebagai medium perhelatan. Dalam kesempatan ini tentu akan ada kemungkinan kita bisa menikmati sederet nomor unggul dalam karya mereka sejauh ini; Setengah Dulu (2014), Lelaku (2015), dan Ego & Fungsi Otak (2018).

Kamu kaget, tapi Agung tidak. Tenang, Limunas punya jawaban atas ini semua. Kami kutip dari siaran pers Limunas;

“Fourtwnty yang terdiri dari Ari, Nuwi, Roots adalah potret band Indonesia pada umumnya, merantau ke ibu kota dengan sejuta impian, salah satunya adalah ingin lagunya bisa didengar semua kalangan. Dan kami menyukai apa yang kami temukan pada mereka. Jadi kembali pada, kenapa nggak?

Mereka punya album fisik, punya basis penggemar yang cukup loyal. Punya karya yang menarik dan bisa melampaui zaman, semua hal yang selalu kami incar ketika mau mengajak sebuah band untuk tampil di gelaran Limunas.”

Bagi saya, gelaran kali ini adalah ujian bagi kita, para penikmat musik, yang (tampaknya) sepakat untuk nggak mengkotak-kotakkan genre musik. Ayo dong buktiin~ Tingkatkan kadar ke-indie-anmu~ Tiket prajual tujuh puluh lima ribu tersedia di Omu~

Perjamuan bakal terasa lebih lengkap dengan hadirnya Syarikat Idola Remaja, sebuah persekutuan bijak kawan-kawan musisi di Bandung, yang kali pertama mencuat ke permukaan sejak kuartal tiga tahun 2017. Turut mengajak Isa Indra Permana, ilustrator asal Solo, sebagai peramu poster dan merchandise.

Satu pesan terakhir dari Limunas; “Berdikari dalam skena sangat dimungkinkan jika kita punya cara pandang yang sama dan berada pada titik kerja sama yang absolute, bahwa keberlangsungan sebuah acara, bisa dijalankan dengan kekuatan yang penuh dari para pelaku dan penikmat musik.” Yaudah atuh, sampai ketemu di Omuniuum. Kan kita pesen tiketnya dulu meureun biar harganya lebih murah.

____________________________________
Twitter: @limunas
Instagram: instagram.com/limunas

Comments are closed.