Press "Enter" to skip to content

Menjalin Hubungan Lewat “A Path Towards Contemporary Ikebana”

Hari ini cuaca Bandung lagi cerah-cerahnya, nih! Yang dari kemarin cuma terkunci di rumah sembari menghemat uang jajan, pasti lagi jalan-jalan, ya? Cie, sama dong! Aku mampir ke Lawangwangi Creative Space hari Kamis (3/3), kebetulan lagi ada pameran Ikebana, lho. Nggak seperti pameran biasanya, pameran ini juga ikut terlibat dalam menjalin hubungan kerjasama Indonesia dan Jepang.

Nah, buat yang belum tau Ikebana itu apa, dan apa hubungannya sama Jepang, aku kasih bocoran sedikit deh. Jadi, Ikebana itu adalah seni merangkai bunga gaya Jepang yang membutuhkan ekspresi kreatif dalam bingkai aturan, dengan memanfaatkan ranting, daun, rerumputan, dan berbagai macam bunga yang dirangkai sedemikian rupa, menjadi sebuah rangkaian yang hidup dan menyatu antara kejiwaan manusia dengan alam sekitarnya. So sweet, kan? Saling merangkai satu sama lain. Adeuh.

Ikebana-nya beda, ya. Nggak kayak di Doraemon.
Ikebana-nya beda, ya. Nggak kayak di Doraemon.

Pameran yang bernama A Path Towards Contemporary Ikebana ini, untuk pertama kalinya dibuat sama Lawangwangi Creative Space, dan ibu Andajani Trahaju selaku kurator pameran, lah, yang menggagas pameran Ikebana aliran Ohara. Diselenggarakan untuk pertama kalinya di Bandung. Ada 17 perangkai tanaman hiasnya dan dua seniman yang terlibat dalam pamerannya ini. Pameran ini juga dibuka oleh Tadashi Ogawa, selaku direktur The Japan Foundation.

Di balik keindahan dan warna-warni rangkaian bunga yang dipajang dalam pameran ini, ternyata terdapat makna yang nggak semanis kelihatannya, lho. Pada sebagian pameran ini, konteks yang diangkat adalah masalah korupsi dan kebakaran hutan yang dinilai nggak pernah bisa diselesaikan di Indonesia. Kayak tugas kuliah, nggak beres-beres. Jadi, meskipun pameran Ikebana ini didominasi oleh partisipan dan pengunjung perempuan yang sibuk berfoto dengan bunga-bunga, pamerannya tetap memiliki makna yang garang, kan?

Indah seperti impianku.
Indah seperti impianku.

Nah, jadi penasaran setelah baca? Pengen liat langsung pamerannya? Harusnya, sih, gitu. Hehehe. Buat yang penasaran dan nggak banyak kerjaan, atau yang banyak kerjaan tapi tetep penasaran, bisa banget, nih, datang ke sini, karena pameran ini masih berlangsung selama empat hari, sampai dengan tanggal 6 Maret 2016. Dari jam 10 pagi sampai 8 malam. Yuk ah!

 

Teks & Foto: Puti Aisyah Anjani Akbarsyah

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *