Press "Enter" to skip to content

Menjadi Bagian dari Sejarah Baru di “An Intimacy: Departure”

Sebagai ‘naq skena’ tapi sekenanya doang, seenggaknya gituh yah, harus tau dong sejarah tentang pergerakan dan kejayaan kancah musik arus pinggir. Kesel nggak bacanya, warga kreatif? Nah, salah satu yang bersejarah di sini adalah gedung pertunjukan yang dianggap sakral oleh banyak orang khususnya orang Bandung, yaitu New Majestic, atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Gedung AACC (Asian Africa Culture Center) yang bertempat di Jalan Braga. Pada Sabtu (2/4), giliran An Intimacy: Departure yang ambil bagian buat jadi salah satu sejarah di dalamnya.

Emang, sih, yang namanya sejarah kadang banyak yang nggak enaknya, da hirup mah bukan pecin yang selalu bikin masakan enak. Apalagi banyak orang yang masih mengungkit tragedi AACC 8 tahun silam. Biasa da, manusia mah suka inget yang jelek-jeleknya aja, padahal kalau kita menjalankan gaya hidup yang selalu husnudzon, sesungguhnya banyak hal yang bisa dikategorikan sebagai sejarah-sejarah yang hebat di gedung yang satu ini, apalagi yang berhubungan sama permusikan independent Bandung. Edan kitu.

Di edisi ini, line-up yang dipersiapkan semacam tim All-Star-nya alias menghadirkan kembali talent-talent yang sudah pernah tampil di edisi sebelumnya. Ada Littlelute, Good Morning Breakfast, Bedchamber, Ellipsis, Heals, Diocreatura, Polyester Embassy, Sigmun, dan Under The Big Bright Yellow Sun. Sepadan lah untuk harga tiket yang cuma 25 ribu mah.

An Intimacy (3)

Di poster, sih, open gate jam setengah 3, tapi acara baru bener-bener mulai jam 4-an, cuma aku baru nyampe jam 5-an soalnya biasa weekend tea, lalu lintas teh rungsing pisan. Jadi aja nggak kebagian Littlelute sama Good Morning Breakfast. So sad. Untungnya kebagian nonton salah satu band surf-rock/lo-fi jagoan Ibukota yang nggak boleh dilewatin, Bedchamber. Dengan membawakan lagu-lagu dari EP Perennial, si aku yang tadinya abis ngutruk di lampu merah Buah Batu, jadi adem lagi bawaannya.

Ketika habis maghrib, pas Heals masih siap-siap, pengunjung udah pada ngariung aja ke area tontonan. Ketumbenan adalah mereka ngobrolnya agak serius dalam rangka nyeritain sejarah gedung AACC ceunah dan membuka penampilan oleh single kojo mereka, Void. Oh iya, kan baru kemarenan tuh mereka rilis single Wave, kebetulan perdana, nih, dibawain di sini. Rasanya kayak kebawa ombak gitu berikut adem dengerin teh Via nyanyi, tapi plis bukan ombak laut selatan. Itu mah bahaya ih.

Di antara penampil-penampil yang tercantum di poster, Polyester Embassy-lah yang kebilang paling senior dan yang ngerasa paling ‘waas‘ saat tampil di gedung New Majestic. Secara, rilis album perdana di gedung ini. #KangenPolem terbayarkan dengan dibawainnya lagu-lagu terbaaks dari doi, kayak Later On dan Tragicomedy. Di akhir, satu New Majestic sepakat karaoke bareng pas lagu Polypanic Room dan Space Travel Rock n’ Roll dibawain di penghujung penampilan mereka.

Wuih, sesi yang cukup menyenangkan, tapi jangan cus dulu karena masih ada dua lagi penampil nech. Agak disayangkan, sih, walau pemilihan penampilnya dahsyat semua, di sesi tadi sebenernya mereka sedikit setipe gitu, makanya aku nggak bener-bener nonton Ellipsis sama Diocreatura. Bukan nggak bagus, mereka tetep idolaqu. Cuma buat aku yang gampang bosenan, urutan rundown yang begini memang cukup bikin heuay aja. Padahal kan An Intimacy cukup terkenal dengan keberaniannya membawa beragam genre dalam satu panggung.

An Intimacy (2)

Di akhir acara ada Sigmun yang memanfaatkan momentum dengan baik. Bikin aku dan para penonton kesenengan digeber sama lagu-lagu yang dibawain seperti Ozymandias, In The Horizon, Vultures, Bones, dan Devil in Disguise. Yang dateng mah taulah pokoknya apa aja yang mereka bawain. Lalu UTBBYS resmi menutup acaranya, walaupun udah banyak berkurang yang nontonnya tapi mereka hadir dengan kejutan, lho. Ritual peresmian Harry “Koi” sebagai drummer baru dan kolaborasi bareng Deluciva bikin penutupannya makin mantep. Beda sama penutupan pas mau puasa mantepnya ini mah.

Kemantapan yang haqiqi, itu aja deh kalimat buat An Intimacy: Departure. Salut dan super bangga juga, bisa jadi bagian sejarah baru kembalinya New Majestic ini sebagai gedung pertunjukan musik. Semoga antusias para penggiat musik untuk menghidupkan kembali New Majestic ini juga sebanding dengan kemauan dan kedewasaan untuk menjaga kepercayaan orang-orang agar nggak ada lagi hal-hal yang nggak diinginkan ke depannya. Ditunggu gebrakan lainnya dari barudak An Intimacy! Gedung AACC udah kan, tinggal Saparua tuh bosqu… Kode ini teh. Wassalam!

 

Foto: Haruka Fauzia

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *