Press "Enter" to skip to content

Menikmati Kamis Malam di “Fisip Folk Festival 2015”

Biasanya malam Jumat identik dengan horor-horor. Tapi tenang, saya nggak nulis yang kayak begituan karena acara yang saya kunjungi di Kamis (19/11) malam, jauh dari kesan horor pastinya. Ya, kecuali warga kreatif ketemu mantan sama pacar barunya. Acara yang saya maksud di sini adalah Fisip Folk Festival 2015. Acara yang diinisiasi oleh anak-anak Fisip Unpad ini, mengundang ragam bintang tamu lintas genre, di antaranya adalah Musibah, Ruang Musik Director, Parahyena, Orkes Bagong Februari, Silampukau, Senandung Taman dan Tigapagi. Wiiih, banyak pisan kan?

Acara yang dimulai sekitar jam 3 sore ini, dibuka oleh Tea Story, kemudian beberapa band lainnya bergiliran tampil. Penontonnya masih sepi, jek! Mungkin masih pada ada yang kuliah, macul di sawah, atau parebut penumpang gojek kali, ya. Setelah jam 6, barulah pengunjung mulai berdatangan, mungkin karena baru beres kuliah. Oh, iya, di Fisip Folk Festival 2015 selain dimanjakan dengan penampilan beberapa band yang tadi disebutkan, mata kita juga disuguhkan dengan dekorasi yang memanjakan mata, dengan banyaknya lampion yang digantung di sekitar venue.

Setelah break panggung kembali dimeriahkan oleh Musibah, band ini kemudian memanjakan Kamis malam kita dengan alunan instrumental. Setelah itu giliran RMD (Ruang Musik Director). Kalau kalian sering mendengarkan Ardan Radio pasti nggak asing lagi dengan nama Dimasta. Nah, selain jadi penyiar, sekarang manehna jadi vokalis di RMD ini.

IMG_9680
Di depan boleh sepi…

Setelah itu Karinding dan Parahyena giliran menjajal panggung Fisip Folk Festival 2015. Kemudian Orkes Bagong Februari berhasil mengguncang panggung malam itu, dan membuat penonton bergoyang. Band yang mayoritas digawangi anak-anak Fikom Unpad ini, selain berhasil menggoyang panggung, juga sukses mengundang gelak tawa. Sebelum lanjut, sejenak kita tengok di sekitar venue ada apa saja.

Di Fisip Folk Festival 2015 selain bisa jajan sosis bakar (da ini mah pasti aya di setiap gigs), panitia geleran tersebut menyediakan arena bermain untuk pengunjung. Nah, saya sempat liat, nih, pengunjung yang main lempar bola ngabaledog-nya teh sahabekna. Mungkin si pengunjung tersebut lagi pusing revisian skripsi. Kembali ke panggung, setelah Orkes Bagong Februari berhasil menaikkan tensi pengunjung, kali ini giliran Dhea Febrina penyanyi berwajah teduh ini mecoba sedikit menurunkan tensi pengunjung bersama Senandung Taman.

IMG_9673
Eits, bukan Dhea Febrina. Wkwk.

Dua bintang tamu lainnya, Silampukau dan Tigapagi, benar-benar sukses membuat suasana menjadi sendu. Penonton pun menikmati suguhan tersebut sembari duduk-duduk manja. Akhirnya setelah membawakan enam lagu, lagu berjudul Pasir dibawakan Tigapagi untuk menutup Fisip Folk Festival 2015 malam itu. Secara keseluruhan, acara musik di Jatinangor ini berlangsung cukup menyenangkan, dan beruntung nggak turun hujan malam itu. Horeee. Sampai jumpa di Fisip Folk Festival tahun berikutnya!!!

 

Foto : Alfi Prakoso

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *