Press "Enter" to skip to content

Mengubah Kebiasaan Lazim lewat “Benda-Benda Di Atas Meja”

Yang namanya manusia, perilakunya pasti makin bikin gemes. Kadang kata-kata awal di slogan Hokben juga udah bisa menjawab reaksi dari pihak lainnya. Namanya juga iseng. Tapi ada keisengan yang berujung kesenangan, kayak anak-anak Modern Artefact Club atau M.A.C yang iseng mengadakan pameran desain yang nyeni dan pameran seni yang menggunakan unsur desain. Lieur? Sarua da.

Pameran yang berjudul Benda-Benda Di Atas Meja ini digelar di Galeri Yuliansyah Akbar – Urbane. M.A.C mencoba untuk mengubah kebiasaan lewat meja, yang bermaksud untuk memberi kesan kalau semua hal yang dilakukan di atas meja itu bisa juga dilakukan tanpa meja sekalipun, kayak makan contohnya. Ya, pastinya hal-hal yang di atas meja di situ nggak kayak meja saya yang isinya duit receh.

Meja yang sekilas biasa tapi tidak biasa.
Meja yang sekilas biasa tapi tidak biasa.

Saya datang sekitar jam 7 malam, pamerannya dibuka tepat jam 8 malam. Ngaret, sih, itungannya, tapi begitu pintu galerinya dibuka, kelihatan antusias para pengunjung yang langsung mendatangi instalasi-instalasi karya yang ada di sana. Nggak rame-rame amat emang, tapi pas lah. Nggak bikin berebut untuk mencoba memahami karya yang disajikan.

Setelah setengah jam muter-muter, naik-turun dan bertanya, akhirnya saya sedikit memahami apa maksud di balik dari karya-karya yang ada. Memang, sih, meja bakalan kayak gitu-gitu aja penggunaannya, keliatan sepele. Tapi kalau dimengerti, meja ini emang bisa jadi suatu hal yang sangat pribadi bagi setiap orang yang menggunakannya. Kayak saya dan duit receh saya yang seharusnya ada di dompet atau saku celana.

Sampai ada yang ngibas rambut. Heu.
Sampai ada yang ngibas rambut. Heu.

Pameran Benda-Benda Di Atas Meja ini masih berlangsung sampai hari Minggu (27/12) mendatang, dan bakal ada diskusi juga di hari Rabu (23/12). Jadi, yang emang berniat ke sana, jangan duduk di atas meja, ya. Mitosnya kan, kalau duduk di atas meja nanti jadi banyak hutang. Nggak deng, bercanda.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *