Press "Enter" to skip to content

Mengkolasekan Harapan melalui “Kampung Kolase”

Hari Minggu (14/6) ada sesuatu terjadi di kawasan Jalan Siliwangi. Selidik demi selidik, di tempat yang katanya akan menjadi Amphiteater Siliwangi tersebut sedang diadakan sebuah proyek yang diinisiasi oleh S.14 Artspace & Library, bernama ba.ur (Bandung Art Understanding & Relationship). Dilokasi inilah, proyek perdana ba.ur dilaksanakan, tepatnya bersama warga RT Siliwangi-Bandung, mereka sekarang menamai kampungnya dengan julukan Kampung Kolase.

ba.ur yang diinisiasi S.14 adalah proyek seni rupa yang ditujukan untuk mengakomodasi dan memberdayakan isu-isu perkotaan melalui kerja kolaboratif/interaktif antar seniman lintas negara dan masyarakat serta komunitas-komunitas informal yang memberikan layanan masyarakat. Proyek perdana ba.ur yang bertajuk Kampung Kolase ini mempertemukan dan mengkolaborasikan karya-karya warga RT Siliwangi-Bandung, Deborah Kelly (seniman Australia), dan Wayang Cyber (grup seniman Bandung) dengan teknik kolase yang dihasilkan dari guntingan-guntingan majalah.

Mbak Hera (Pemilik S.14) bersama Deborah Kelly dan Tisna Sanjaya, pada pembukaan Kampung Kolase
Hera Pahlasari (Pemilik S.14) bersama Deborah Kelly dan Tisna Sanjaya

Proses yang dilalui oleh para seniman, relawan, dan warga berlangsung selama 3 minggu. Dimulai dari memberikan pelatihan kepada anak-anak, kemudian dilanjutkan oleh ibu-ibu untuk dapat membuat karya menggunakan teknik kolase. Menurut Deborah Kelly, warga yang ada di Kampung Kolase sangatlah bertalenta dan kreatif, warga dapat dengan mudah memahami teknik kolase yang diajarkan oleh Deborah Kelly.

Malam itu, kami mencoba untuk berkeliling melewati gang-gang kecil yang dihiasi oleh mural kolase dan ada juga karya-karya yang dipajang cantik dalam sebuah frame. Sembari menyapa, kami menanyakan mengenai ide pembuatannya, mereka nampak bingung dalam menjawabnya, yang mereka punya hanya harapan yang terselip ditiap kolasenya. Harapannya hanya satu, tidak dipindahkan dari tanah yang mereka pijak lebih dari belasan tahun. Iya, dengan dibangunnya Amphiteater Siliwangi, ada wacana bahwa rumah mereka akan digusur.

Mencoba memberikan penjelasan tentang karya yang dibuat.
Mencoba memberikan penjelasan tentang karya yang dibuat.

Hasil dari kolase-kolase tersebut, mencerminkan apa yang warga harapkan dan juga aktifitas yang terjadi pada kehidupan sehari-harinya. Jika kita melihat karya anak-anak, banyak yang mengambil potongan gambar seperti, mobil, handphone, robot, boneka, dan plesiran ke tempat-tempat keren di Indonesia. Mungkin, hal itu yang ingin mereka rasakan dalam kehidupannya yang tertumpah dalam setiap kolase yang mereka buat. Selain itu, caption yang mendampingi kolase tersebut sangatlah polos, tidak ada yang dibuat-buat. Apa adanya.

Selain pembukaan pameran, kegiatan yang telah berlangsung sejak sore itu diramaikan oleh lapak gratis dari Komunitas Taman Kota dan juga penampilan-penampilan dari musisi lainnya. Tidak lupa juga, warga pun turut mempersembahkan kesenian untuk para tamu yang hadir di kampung mereka. Sebagai puncak acara, video mapping menutup dengan manis kegiatan malam itu.

Rumahku tempat pameranku!
Rumahku tempat pameranku!

Bagi warga kreatif yang ingin terinspirasi dengan karya-karya warga Kampung Kolase, kalian dapat berkunjung dari tanggal 15-17 Juni 2015 mulai dari jam 10.00-16.00 WIB. Untuk mengetahui bagaimana proses kreatif yang dilalui para warga, seniman, dan relawan, akan diadakan juga Pameran Dokumentasi Kegiatan dari tanggal 20 Juni-4 Juli 2015 di S.14, Jalan Sosiologi no. 14 Cigadung-Bandung, Selasa-Sabtu, 10.30-17.00 WIB.

_________________________

ba.ur (Bandung Art Understanding & Relationship)
Instagram: @baur.project
Website: www.ba-ur.net

S.14 Artspace & Library
Facebook: Perpustakaan S.14
Email: sosiologi14@gmail.com

Foto: Aulia Akbar

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *