Press "Enter" to skip to content

Mengkaji Ulang Makna Media Alternatif di “Kajian Pustaka: #8”

Hari Sabtu (27/12) siang-siang, siapa, sih, yang nggak bete karena Bandung mendadak hujan awet? Semua orang Bandung pastinya. Tapi hal tersebut nggak menyurutkan niat aku buat cabidut ke Galeri S.14 yang kebetulan lumayan deket kalau ditempuh dari kediamanku. Soalnya aku udah nawaitu mau cari ilmu di acara Kajian Pustaka: #8 dengan tema Alternatif Media yang siang itu diadain sama Galeri S.14. Yang nggak dateng patut nyesel karena yang jadi pembicaranya adalah Edwan Jurriens, yaitu dosen Indonesian Studies di The University of Melbourne. Gaya kieu.

Acara bincang-bincang ini sebenernya dimulai dari jam 2 siang. Tapi sayang sekali sayang (karena buat menuju ke sana aku harus nunggu hujannya reda dulu), waktu aku sampai di tempat, paparan dari Oom Jurriens udah selesai dan moderator di acara ini, Aminudin Siregar, sedang menyimpulkan paparannya sebelum menuju ke segmen tanya jawab. Rugi nget.

Sebagai wakil dari self-proclaimed media alternatif bernama ROI!, aku senang sekali bisa hadir di sini dan dengerin sejarahnya media alternatif di Indonesia. Mulai dari tahun 1950-an, 1980-an, dari makna awal media alternatif sebagai media yang bisa dibilang “media untuk memberontak” yang nilainya di jaman sekarang ini udah bias, media-media di komunitas kecil, media siar di Indonesia yang frekuensinya banyak “dijajah” perusahaan media besar walaupun kitanya nggak ngerasa terjajah. Ingat contoh kasus seleb yang proses persalinan bayinya diliput media? Pokoknya bahasannya banyak, sampai ngomongin Jeprut, dan masih banyak lagi.

Serius amat om nanyanya
Serius amat Om nanyanya.

Acara Kajian Pustaka: #8 ini berlangsung hangat di ruang tengah perpustakaan S.14. Setelah sesi tanya jawab yang kebanyakan mengomentari dan bertanya tentang perbandingan kondisi media di Indonesia dan Australia (di mana Oom Jurriens bermukim), para peserta kajian pustaka boleh langsung menuju ruang makan karena nasi kuning dan penganan cemal-cemil lucu sudah tersedia. Mmm wenak, kenyang ilmu dan kenyang jasmani!

Anyway, acara Kajian Pustaka: #8 ini, sesuai dengan namanya merupakan kajian pustaka ke-8 yang digelar sama Galeri S.14. Karena, tahu nggak, selain berfungsi sebagai galeri, S.14 juga merupakan perpustakaan. Dan Kajian Pustaka ini adalah program rutin S.14 yang terfokus untuk ngebahas isu-isu yang berkaitan dengan koleksi bahan pustaka di perpustakaan S.14.

Dan untuk ikutan kajian pustaka kali ini, nggak perlu bayar alias gratis. Jangan heran kalau banyak anak kecil, karena saking umumnya acara ini, ya, semua orang boleh dateng. Sampai warga sekitar S.14 yang terletak di Jalan Sosiologi no. 14 Komplek Perum UNPAD, Cigadung, juga boleh ikutan gabung. Karena ini adalah suguhan akhir tahun dari S.14, maka sampai ketemu di Kajian Pustaka: #9 tahun depan!

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *