Press "Enter" to skip to content

Menggugah Nilai Toleransi di “Festival Toleransi: Indonesia Rumah Bersama”

Hari Jumat (23/10), di sebuah tempat yang berada di tengah kota tapi kalau dicari-cari susahnya minta ampun, tepatnya Spasial Non-Profit Space, Jalan Gudang Selatan No. 22 Bandung, telah berlangsung sebuah acara bernama Festival Toleransi: Indonesia Rumah Bersama. Eh, nggak deng, baru opening-nya aja, acaranya mah belum beres hehe. Acara ini diselenggarakan oleh berbagai komunitas, jadi seperti proyek kolaborasi gitu, salah satunya adalah FAIR (School of Tolerance) dan LBH Bandung.

Menurut ketua acaranya, An Nisa Yovani, atau biasa dipanggil Yona, acara ini merupakan rangkaian menuju Hari Toleransi Internasional pada tanggal 16 November 2015. Selain itu, menurut Yona dalam sambutannya, di provinsi Jawa Barat sendiri menduduki peringkat pertama dalam sikap intolernasi antar umat beragama. Hmm, serem juga ya. Padahal aku ngerasanya baik-baik aja, eh ternyata demikian adanya.

Keliatan nggak, kalo itu teh Teman Sebangku yang lagi perform?
Keliatan nggak, kalo itu teh Teman Sebangku yang lagi perform?

Acaranya sendiri dimulai sekitar jam 8 malam, dibuka dengan sebuah film yang menggugah perasaan nasionalisme para hadirinnya (ceilaaa, hadirin). Filmnya sendiri tentang terkoyaknya rasa toleransi di Indonesia, memperlihatkan bagaimana kaum minoritas ‘dijajah’ oleh kaum mayoritas. Hmm, serem, serius. Nggak hanya pemutaran film aja, ada music performance dari Diujung Sendja, Teman Sebangku, dan Thunder Sanchez. Ada juga pembacaan puisi dari teman-teman yang datang, mulai dari yang serius sampai yang kocak pun ada. Hehe.

Pada acara opening ini, juga diadakan pameran karya yang bertema toleransi. Ada sekitar 37 karya yang dipajang, mulai dari lukisan, foto, hingga patung. Tapi karya ini bukan hanya sekedar dipajang aja lho, karya ini akan dilelang untuk memberikan donasi kepada korban Aceh Singkil (kalo nggak tau, cek berita yah) atau bisa aja untuk membantu korban-korban intoleransi lainnya. Nah, saat kamu baca artikel ini, maka tepat di hari ini (25/10), akan diadakan lelang tersebut, acaranya dimulai jam 19.00. Yuk, dateng yuk, liat karyanya dan siapa tau kamu mau ikutan lelang karya juga.

ada lelang karya nih, udah ada yang dipilih?
Ada lelang karya nih, udah ada yang dipilih?

Acara ini masih panjang lho, dari tanggal 23 Oktober sampai 16 November bertempat di Spasial Non-Profit Space, Bale Rumawat, dan Fakultas Hukum Unpar. Kalau kamu mau tau lebih lanjut bisa cari tau di Twitter atau Instagram-nya FAIR (School of Tolerance). Atau untuk lebih singkatnya, bisa liat poster yang aku pajang dibawah ini yah.

download aja guys, nggak usah malu-malu ah
Download aja guys, nggak usah malu-malu ah.

Semoga yah, dengan adanya acara seperti ini, kita dapat lebih memahami arti toleransi sesungguhnya dan tidak mendiskriminasi kaum minoritas yang ada di lingkungan kita. Lebih jauhnya lagi, semoga acara ini tidak hanya menjadi sebuah ceremonial belaka, namun aksi nyata untuk menjunjung nilai-nilai toleransi di Jawa Barat maupun Indonesia. Hingga pada akhirnya, Indonesia bisa benar-benar menjadi rumah bersama, bukan hanya rumah bagi satu kaum saja.

 

Disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda. Tempat berlindung di hari tua, tempat akhir menutup mata – Indonesia Tanah Air Beta

 

 

Foto: Aulia Akbar

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *