Press "Enter" to skip to content

Mengembalikan Esensi Musik Anak Lewat “Suara Anak”

Suka ngerasa kangen nggak, sih, sama lagu Trio Kwek-Kwek atau Joshua gitu? Lagu-lagu yang dulu kita sering denger waktu kecil sekarang udah nggak ada regenerasi, sedih banget. Makanya nggak jarang kalau kita liat adek atau keponakan kita yang masih kecil malah nyanyi lagu cinta-cintaan. Deuh atuh dek, tau apa soal cinta kamu teh… Berangkat dari situ, dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional 2015 kemarin, lembaga budaya anak dan remaja Jendela Ide menggagas sebuah program berupa workshop yang dinamai Suara Anak.

Kegiatan workshop dilaksanakan kurang lebih selama satu setengah bulan yang didasari oleh 9+1 nilai integritas KPK. Workshop-nya sendiri ngambil 25 peserta usia 5 hingga 13 yang terdiri dari berbagai komunitas di Bandung, antara lain Jendela Ide, Kompan, Parental, Home Schooling, dan Rumah Bintang. Asyiknya lagi, fasilitator dari workshop Suara Anak ini adalah rentetan pemusik indie tersohor, seperti Sarita dan Doly “Teman Sebangku”, Yudha “Nada Fiksi”, Baya “Mr. Sonjaya” dan Arum “Tetangga Pak Gesang”, serta Djaelani sebagai music director. Dari workshop ini mereka menghasilkan 4 lagu, dan 2 di antaranya telah diaransemen untuk kemudian dinyanyiin sama paduan suara SD Santa Melania Bandung.

Buat yang pengen ngedengerin lagunya bisa ngecek soundcloud mereka. Wuidih, keren banget ya, mungkin ini saatnya lagu-lagu anak berjaya kembali. Jadi kangen lagu Diobok-obok, nih. Eh tapi, dengerin ini aja, nih, salah satu lagu mereka. Mari menjadi kanak-kanak!

Foto : dok. Suara Anak

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *