Press "Enter" to skip to content

Menelaah “Kisah Manusia Pangkat Tiga” dari Mustache and Beard

Apa yang kamu bayangin kalau ngedenger kata kumis sama jenggot? Apakah kamu bakal langsung ngebayangin krim penumbuh jenggot yang iklannya sekarang ada di Instagram? Plis lah, warga kreatif mah jangan kepikiran ke situ. Eh, naha saya jadi ngatur-ngatur gini? Udah ya, lupakan aja yang barusan mah. Manusia sumbernya khilaf.

Masih inget nggak, kalau di minggu terakhir di bulan April yang lalu ada apa? Bener banget, seharusnya dengan ngebaca judulnya udah kejawab, sih, hehe. Jadi, hari Rabu (27/4) yang lalu, ada Mustache and Beard, grup folk asal Bandung yang menggelar sebuah showcase bertajuk Kisah Manusia Pangkat Tiga di Vanilla Kitchen & Wine. Oh iya, showcase ini juga dijadikan sebagai hari peluncuran album fisik Manusiaku, Manusiamu, Manusia-Nya secara perdana. Alhamdulillah setelah tiga tahun akhirnya rilis album juga, mantap paman!

Karena malam itu hujan deras dan saya lagi males hujan-hujanan, akhirnya saya berniat buat telat dateng ke Vanilla Kitchen & Wine. Tapi kalau ke kampus mah saya nggak suka telat. Sikap. Oke, lupakan. Setelah nyomot beberapa jajanan di booth merchandise, saya langsung masuk ke area showcase. Alhamdulillah, ternyata telatnya saya kali ini menguntungkan, pasalnya showcase baru dimulai sekitar pukul 8 malam, nggak tau kenapa telat, mungkin gara-gara nunggu Vanilla penuh dulu, soalnya kalau sepi nggak bakal seru, keueung bray. Set panggung yang minimalis di tengah-tengah Vanilla Kitchen & Wine, membuat suasana showcase terasa begitu akrab dan hangat. Saking deketnya, kamu bisa noel para personil Mustache and Beard kalau berani. Tapi showcase-nya beneran hangat ini mah, soalnya pasedek-sedek. Antusias yang datang malam itu ternyata lumayan tinggi, sampai-sampai ada yang nonton dari tangga dan dari lantai atas, bari nyempil. Karunya.

Setelah ada aba-aba dari teteh voice over, Mustache and Beard membuka showcase dengan Pembukaan sebagai opening, lalu dilanjut dengan tembang berjudul Tanda Kutip. Eits, di showcase kali ini nggak cuma ada pertunjukkan dari mereka, Mustache juga mengajak beberapa kolaborator lain buat ikut serta. Sebelum masuk lagu ke-3, ada Wanggi Hoed yang ikut tampil mendukung dengan penampilan pantomime-nya. Oh iya, selain rilis album fisik, di showcase ini pun Mustache and Beard berkolaborasi dengan beberapa ilustrator muda untuk menggelar Art Exhibiton. Setelah pertunjukan dari Wanggi Hoed, Mustache kembali naik dengan Rumput dan lagu Melawan Senja yang dikolaborasikan dengan Lukas (Lucas and Sons). Untuk beberapa penonton mungkin mas Lukas akan terlihat asing, heu. Soalnya nggak pada kenal. Makanya cari tau atuh.

Suasana semakin meriah ketika Senyum Membawa Pesan dibawakan bersama Danilla. Nggak cuma nyanyi, habis itu Danilla pun diajak buat ngobrol-ngobrol bareng mas Afif dan mba Vilda. Penonton yang asalnya udah rada pegel-pegel pinggang, mendadak seger lagi atuh da liat Danilla mah. Oh iya, album Manusiaku, Manusiamu, Manusia-Nya ini ternyata diwujudkan dalam bentuk novel oleh Vilda Sintadela dengan judul Rakata dan Rinjani : Saat dua gunung bertaut. Ini, nih, salut, soalnya karya Mustache bisa memicu orang lain untuk ikut berkarya. Cie gitu.

Di lagu selanjutnya, Mustache berkolaborasi lagi dengan Jonathan Palempung dan dengan Rekan Choir di lagu Duta Tanam Seluruh Dunia. Yang bagus adalah, setiap kolaborasinya nggak ngebosenin, malah makin nambah menarik banget. Suka! Setelah speech ini-itu, Sang Penawar pun dibawakan sebagai lagu terakhir dari set-list yang disiapkan. Tau sendiri lah, lampu tiba-tiba mati, terus penonton pada teriak we want more, ada juga yang teriak curanmor, apa banget lah itu yang teriak curanmor.

Karena penonton tak kunjung pulang, akhirnya Mustache berbaik hati ngebawain Tambora sebagai encore. Ditutup dengan confetti yang bikin kapeureumpeunan, acara showcase yang sederhana itu berakhir dengan terasa mewah dan elegan berkat pengemasan acara yang ciamik.

Habis itu mah beneran habis, penonton pada pulang dan bayar parkir. Saya juga pulang, soalnya besok kuliah pagi.
Selamat untuk Mustache and Beard atas showcase-nya yang super mantap serta untuk rilis album fisiknya. Sukses untuk ke depannya dan semoga “sahabat jenggot” makin bertambah. Teu. Asa Peterpan.

Comments are closed.