Press "Enter" to skip to content

Menanti Perpustakaan Zine Bandung!

Masih pada inget nggak sama zine? Wah, pasti masih, dong. Iya zine itu adalah suatu media alternatif yang biasanya dikerjakan dengan etos DIY (Do It Yourself) dan dipublikasikan lewat mesin fotokopi dengan jumlah yang nggak banyak. Tujuannya bukanlah mencari keuntungan, tapi berbagi informasi yang layak untuk diketahui layaknya media massa. Ambil, lah, contoh zine tentang musik yang biasanya dilakukan oleh culture punk. Ya, di zaman internet belum ada, zine ini berfungsi memberikan informasi tentang band, label rekaman, dsb. Zine biasanya termasuk ulasan tentang acara dan catatan, wawancara dengan band, dan masih banyak lagi.

Nah, akhir-akhir ini, gerakan mencetak zine itu muncul lagi,tuh. Selain diadakannya gelaran tahunan bernama Bandung Zine Fest,  sekarang ini ada sesuatu lagi,nih, yang berhubungan dengan zine yang pastinya bikin temen-temen kegirangan. Eits, gimana nggak seneng coba. Di sekitaran bulan Mei 2014 kemarin, sempat tersiar kabar bahwa bakal ada Perpustakaan Zine Bandung melalui akun twitter @PerpusZineBdg. Gres!

Deden adalah salah satu pencetusnya. “Awal kebentuknya.sih, dari pengorganisirannya baru dua minggu yang lalu, tapi kalo rencananya,sih, udah dari Bandung Zine Fest 2012, jadi setelah itu ada meeting lanjutan, ya salah satu proyeknya bikin Perpustakaan Zine,” kata Deden, Minggu (18/5).

Ya, berawal dari melakukan sesuatu yang disukai atau istilahnya mah hobi untuk mengoleksi dan membaca zine, Deden dan Network Of Friends Bandung bakal fokus di Perpustakaan Zine ini, karena ya ini merupakan passion mereka untuk mengembalikan kembali era zine di Bandung. Ini,nih, yang harus di-two-thumbs-up-kan mah. Kemauan untuk memulai. Segan!

“Tujuannya nggak muluk-muluk,sih. Ya, pengarsipan biar semua orang bisa mengakses dan menjadi dokumetasi bagi kawan-kawan yang bikin zine yang ada di scene lokal. Selain itu, ada obrolan juga diluar, banyak orang-orang yang ingin mengakses zine, terutama zine-zine yang lama itu susah. Jadi, tujuan yang paling deket sih ingin semua orang bisa mengakses zine yang ada,” tambah Deden antusias.

Tapi dalam proses menciptakan Perpustakaan Zine itu bukan tanpa halangan. Ada aja yah namanya juga hidup. “Kesulitannya karena kita nggak ada basic kepustakaan. Semalam juga meeting, langkah apa yang kita harus bikin, jika kita buat sebuah perpustakaan, jadi kita hanya bikin step-step yang kita bisa,sih. Mungkin emang banyak kesusahan, tapi kesusahan itu nggak terlalu berarti,” tambahnya.

Oh iya, temen-temen dari Perpustakaan Zine Bandung juga dibantu sama band-band yang emang ngedukung penuh diadakannya perpustakaan tersebut. Siapa atuh yang nggak mau ngedukung media yang ngasih edukasi kaya gitu. Keren.

Deden dan Network Of Friends Bandung bikin album kompilasi  Pustaka Nada Masa Kini yang benefitnya full digunakan untuk pembuatan Perpustakaan Zine Bandung. Selain itu, sebagai alokasi dana untuk proyek komunitas lainnya yang dianggap mendesak sebagai bentuk solidaritas. Salut! Banyak deh band-bandnya, ada Milisi Kecoa, Bars of Death, Kontrasosial, dll. Eh beli atuh, cek di twitter mereka ya biar cepet jadi perpusnya.Sayang banget kalo kalian nggak ikut berpartisipasi nih, karena udah hampir dua dekade zine eksis di Indonesia ini. Jadi tunggu apalagi? Yuk berpartisipasi!

DSC_0085 - Copy
nah ini CD Kompilasi Pustaka Nada Masa Kini

 

foto : Argian ‘Abah’ Rahesa

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *