Press "Enter" to skip to content

Menangkap Perspektif Lain tentang Bandung di Gelaran “Memoar”

Woy, sekawanan masyarakat mahasiswa Universitas Padjadjaran dari Unit Fotografi Spektrum berhasil menggelar sebuah event yang kece abis. Walaupun terkesan seperti acara internal, tapi acara ini untuk umum, lho. Dan yang paling penting GERATES. FREE IN CHARGE, boy. Yang ngerasa anaknya pecinta gratisan pasti nyesel nggak dateng.

Mereka menyuguhkan sekaligus mempersembahkan peluncuran buku dan pameran fotografi yang bertajuk MEMOAR. Memoar sendiri merupakan sebuah cerita personal tentang Bandung dari perspektif kedua fotografer muda, Hibban Fathurrahman dan Willy Kurniawan. Acara yang dihelat dari tanggal 6 Mei 2016 di Galeri Yuliansyah Akbar (Urbane) ini menyuguhkan banyak hal yang berhubungan dengan mantan. Ah masa, sih. Boong deng.

Acara ini banyak memberikan pengalaman sesuatu yang berhubungan dengan fotografi. Rangkaian acara yang menarik, mulai dari pameran dan peluncuran buku, acara ini juga diisi dengan seminar, diskusi dan loka karya (workshop). Nah, kebetulan saya sendokir cuma hadir di dua hari terakhirnya, nih, fufufu jadi ya saya melewatkan beberapa agenda yang asik. Tapi tenang, di dua hari terakhir saya tetep nggak kehabisan pengalaman dan pastinya nambah ilmu ya.

Hg

Sabtu (21/5), bertepatan dengan laga Persib yang berujung skor sama kuat dengan lawannya, saya, Ayub Syirajul Kahfi, belum sarjana, belum punya pasangan namun tampan dan menawan hadir ke hajatannya. Jam setengah 4 sore sedang berlangsung diskusi Fotografi (Masa Kini) Sebagai Medium Catatan Harian. Galih Sedayu (Air Foto Network), Arum Tresnaningtyas Dayuputri (Kelas Kami Punya Cerita) dan Ridzki Noviansyah (The Photobookclub Jakarta) menjadi algojo yang disiapin buat ngehajar para pengunjung buat nambah wawasan, boss.

Diskusi dimulai oleh 2 pembicara, Ridzki Noviansyah dan Arum Tresnaningtyas. Kang Galih tak nampak ketika saya datang, entah sebenernya beliau ada di antara pengunjung namun berkamuflase menjadi pigura foto dan nantinya memunculkan dirinya sebagai surprise untuk pengunjung, namun sepertinya hal itu nggak mungkin dan nggak masuk nalar dan logika. Diskusi pun berjalan dengan lancar dan damai tanpa adanya baku hantam dan nggak ada kontak fisik yang mengancam keselamatan pengunjung. Tanya jawab antara pengunjung dan pembicara pun silih berganti hadir.

Agenda penutupan dibuka oleh sang MC dengan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu yang datang dan meminta kepada seluruh peserta eksebisi foto untuk maju dan berfoto bersama-sama. Hiburan penutup dipersembahkan oleh Huhu dan Popo, menyajikan performa yang unik dengan gimmick yang kece. Penampil berikutnya yaitu Teman Sekelas. Maaf, hampura. Teman Sebangku maksudnya. Dengan sound yang kurang baik di beberapa lagu awal, nggak membuat mereka menurunkan kualitasnya sebagai duo folks terbaek di Bandung.

Ad

Yah pokoknya seneng banget bisa dateng ke pameran ini, dengan agenda acara yang banyak dan pembicara, narasumber yang nggak kalah asik. Sukses terus buat Hibban Fathurrahman dan Willy Kurniawan, semoga bisa mencapai tujuan dari digelarnya acara ini dan bisa menjadi pemicu buat adik-adik pecinta fotografi di luar sana untuk bisa mecurahkan isi hatinya lewat fotografi. Asek. Asek berat.

Comments are closed.