Press "Enter" to skip to content

Memperkenalkan Ulang KAWG lewat Single “Serayu”

Pernahkah kamu menertawakan sesuatu yang padahal maknanya bukan apa yang kamu pikirkan? Pernah dong pasti, sejutaan jadi juga hayu. Aku pernah, pas baca kabar rilisan yang satu ini. Sempat mengira ini sebuah ode untuk cuanki yang ada di Jalan Serayu, Bandung. Layaknya Parahyena mengenalkan kekhasan Cibaduyut.

Ya, pop-eksperimental asal Bandung, Kite As a War Grate (KAWG) baru aja merilis sebuah lagu berjudul Serayu. Cukup manis bila dibandingkan dengan soda gembira di gerai Bahari. Single ini menjadi titik balik perjalanan musik mereka yang telah dimulai sejak tahun 2014 silam.

Layaknya seorang warga yang mendaftarkan diri ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung, KAWG mengubah beberapa landasan. Fatham Ridwan (vokal, gitar), Digun Landrims (gitar), Zulfikar Etsa (drum), dan Chae Luminati (bas) bertransformasi dari nama Ka Awang-Awang (KAAWG) yang mengantarkan mereka menuju album Rima Riang (2019), dengan perlahan meluaskan preferensi musik serta menambahkan Ratih Putria (Bleu House, Dimasta N Friend, Ratih Putria–as a soloist) pada pos keyboard/synth. Pasti kangen banget sama kehadiran seruling di performa live mereka. Semoga nanti masih ada biar aku seneng.

Duh, maaf, dari tadi bercanda mulu, padahal makna lagu ini amatlah penting.

Dilansir melalui siaran pers, Serayu bercerita tentang seseorang yang mempunyai masa lalu yang menyiksa. Pengalaman diintimidasi dalam rupa bullying selama sekian waktu, hingga akhirnya membuat ia mampu terlepas dari itu semua dan menjalani kehidupan baru.

Movement terkait tema yang diangkat juga sempat digemakan oleh KAWG melalui konten media sosial serta siaran podcast internal. Rangkuman kisah dari kawan-kawan dengan pengalaman yang sama menjadikan Serayu bisa mewakili ragam keresahan. Selanjutnya, Zulfikar dan Fatham menuangkannya ke dalam lirik kontemplatif. “Tapi aku beruntung dilahirkan sebagai manusia” adalah mantra yang sungguh menguatkan.

Dari balik layar, proses mixing dan mastering dikerjakan langsung oleh Chae. Melibatkan Reffy dan Herla pada visual, serta Laksamana Landrims dan Ratih Putria sebagai penanggung jawab konten, single pembuka pada album KAWG berikutnya ini kini tersedia pula dalam format video lirik di platform YouTube. Bebas, mau denger aja atau sambil nonton. Asal kamu nyaman.


Twitter: @kaawg_

Instagram: instagram.com/kaawg_

YouTube: Kite As a War Grate – Serayu