Press "Enter" to skip to content

Memperingati Ultah Ke-8 Mixi Imajimimetheatre Indonesia

Kalian sepakat nggak, sih, kalau berbahasa itu harus bersuara? Kalau saya nggak sepakat. Pasalnya diam juga merupakan sebuah bahasa. Contohnya, nih, wanita seringkali diam sebagai bahasa tersirat, agar nantinya dimengerti oleh para kaum lelaki. Tapi, banyak lelaki tidak dapat mengerti bahasa “diam” itu. Oh, lelaki ikutlah kursus bahasa. Naon.

Nah, berarti berbahasa tak harus bersuara. Sotoy gini ih, si saya teh. Tapi, kalau warga kreatif tau, jenis bahasa bisu atau tak bersuara biasa dikreasikan lewat pantomim. Kreasi bahasa bisu ini memang nggak banyak terdengar oleh khalayak banyak, namun eksistensinya di Indonesia masih tetap stabil dan konstan hingga saat ini.

Melihat perjalanan pantomim Indonesia, kita juga dapat sekaligus melihat suatu kebisuan dan teka-teki. Meskipun, kita perlu menayadari bahwa, banyak hal yang dapat diperbincangkan mengenai seni pantomim di Indonesia. Dari mulai Seno Utoyo hingga Jemek Supardi, dari cerita lucu hingga perlawanan dan kemanusiaan. Oleh sebab itu, komunitas pantomim Mixi Imajimimetheatre Indonesia, berinisiatif untuk mendiskusikan serta membantu mempersegar pemahaman kita mengenai seni pantomim.

Lewat kegiatan yang bertajuk Menapak Jejak Nafas Pantomime Indonesia, komunitas Mixi Imajimimetheatre Indonesia, berinisiatif untuk mendiskusikan serta membantu mempersegar pemahaman kita mengenai seni pantomim. Kegiatan ini sudah digelar pada hari Sabtu (21/11) di S.14, Bandung. Kegiatan ini pun dibuat, sekaligus untuk memperingati umur komunitas yang telah genap 8 tahun menekuni seni gerak tubuh tersebut. Selamat yaw…

Wanggi Hoed, salah satu penggagas Mixi Imajimimetheatre Indonesia, bersama rekan-rekannya akan memutar sebuah film tentang pantomim, dengan mengangkat profil salah satu seniman pantomim dunia kenamaan, Marcel Marceau. Mereka, kemudian akan mengajak kita melintasi jejak langkah Mixi Imajimimetheatre Indonesia sejak pertama kali didirikan sampai dengan hari ini melalui pameran dokumentasi. Selain itu, akan diadakan juga pameran dokumentasi 8 Tahun Mixi Imajimimetheatre Indonesia hingga 29 November 2015

Menapak Jejak Nafas Pantomime Indonesia dibuka mulai jaml 11 siang sampai 5 sore (Minggu & Senin Libur, karena ingin istirahat). Kegiatan ini gratis, lho. Tetapi akan dipungut biaya sebesar 50 ribu rupiah jika ingin mengikuti workshop pantomime. Yuk atuh, kita ramein!

 

 

 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *