Press "Enter" to skip to content

Memoar Band Indie Masa Lalu di “Rolling Stone Magazine Release Party”

Siapa yang nggak tau Rolling Stone magazine, majalah musik yang sudah melegenda sejak tahun 60-an di Amerika Serikat ini banyak membuka cabangnya di berbagai negara belahan dunia, salah satunya Indonesia. Rolling Stone magazine baru saja merayakan release party pada Rabu (12/11) kemarin di Vanilla Kitchen and Wine, Bandung. Event ini banyak dihadiri anak muda yang menantikan penampilan dari tiga band indie yang sudah mempunyai jam terbang yang tinggi.

Suasana Bandung sehabis hujan pada malam hari itu sungguh mendukung penampilan pertama dari The Triangle. Band indie rock asal kota Bandung ini membawakan beberapa lagu andalannya yang membuat seisi ruangan Vanilla fokus hanya kepada musik yang mereka bawakan. Penonton yang belom terlalu ramai terbawa dalam permainan gitar akustik nan selaras dengan suara vocal halus Cil. Alunan musik yang mengarah pula ke shoegazing ini nggak hanya ‘membawa’ penonton terhanyut, melainkan juga ‘membawa’ dalam dunia imajinasi.

Angsa dan Serigala
Angsa dan Serigala tetap fres dengan formasi barunya.

Setelah dibuka musik nan lembut yang hanya membuat para penonton duduk manis atau rapi berdiri, kini saatnya penampilan energik nan teratur dari Angsa dan Serigala. Band indie yang sudah manggung di sana-sini ini sekarang hanya berformasi enam orang. Namun dengan formasi yang baru inilah justru membuat Angsa dan Serigala terlihat lebih matang dan fresh dalam musik yang mereka buat. Senyum ceria dari Meygador dan suara mantap dari Araji menjadi pelengkap performa penampilan mereka malam itu.

Lagu-lagu seperti Detik dan Waktu, Bahagia, serta Bernyanyi dibawakan mereka dengan harmonis. Ditambah lagu terbaru dari mereka, yakni Dua Harmoni membuat lengkap penampilan mereka pada malam itu. Penonton bernyari riang bersama, sesekali Meyga melemparkan senyuman manisnya kepada mereka yang diakuinya fans setia. Nggak hanya itu saja, ada kejutan dibalik penampilan band yang terbentuk sejak tahun 2008 ini, yaitu penampilan duet antara Araji dan Ink Mary dari Rosemary dengan berduet membawakan lagu Blur berjudul Universal. Mantap sekaleee.

Penonton membuat Vanilla semakin malam semakin ramai saja. Terlebih lagi saat giliran penampilan dari band indie yang sudah mulai terbentuk dari tahun 2002 dan sudah mempunyai jam terbang juga nama besar di ranah musik indie, yakni Homogenic. Homogenic kerap tampil dengan penampilan yang simpel nan minimalis dibalut dengan musik yang cenderung gloomy pada awalnya dan nuansa musik dari penyayi unik Bjork nampak terasa. Namun, dengan formasi yang baru inilah, Amandia Syachridar memberikan ‘warna’ yang berbeda dari Risa Saraswati.

Homogenic
Homogenic, asik!

Beberapa lagu seperti Kekal dan Destiny dibawakanya dengan vokal ringan namun khas. Musik dari permainan Deena Dellyana dan Grahadea Kusuf melengkapi penampilan Homogenic pada malam itu. Musik electropop yang ringan dengan lirik nggak biasa inilah yang tetap konsisten dipegang Homogenic sejak dulu hingga sekarang. Penggemar setia pun akan selalu menantikan karya dan penampilan dari band yang sempat vakum selama dua tahun ini. Rolling Stone magazine release party sukses membawa memoar masa lalu kepada penontonnya melalui band-band indie yang jarang tampil ini, yang selalu dinantikan dengan setia oleh penggemarnya.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *