Press "Enter" to skip to content

Mari Simak Video Musik Teranyar dari Monkey to Millionaire, “Greed”

Sore ini, gua menyempatkan waktu untuk nyervis motor matik kesayangan, setelah terakhir kali servis gratisan di kampus, Desember lalu. Dibongkarlah motor gua di sana. Pil pahit harus dileugleug bersamaan dengan kopi hitam. Nahas, kampas rem belakang habis banget dan harus pamit undur diri dari ban belakang. Disambut dengan senyum si Aa bengkel sambil berkata, “naha bisa blok mesin bolong, A?” Duh, lieur. Banyak gini pengeluaran teh.

Nggak lama dari kisah servis motorku tadi, ada kabar gembira dari band asal ibu kota. Ya, Monkey to Millionaire. Mereka resmi menyiarkan video musiknya untuk trek bertajuk Greed. Ada yang tau ngelas blok mesin di mana? Kalau ada yang tau, kabarin lah. Gua takut kemasukan air bah, euy. Apalagi airnya setinggi banjir di Kabupaten Bandung. Hih. Ngeri.

Video musik ini bukanlah pergerakan pertama Monkey to Millionaire pasca rilisnya album Bipolar. Sebelumnya mereka udah lebih dulu membuatkannya untuk trek di album yang sama, yakni Ego dan Envy. Menurut google terjemahan, Greed artinya adalah keserakahan. Dan menurut informan kurang terpercaya kami, trek ini adalah satu dari tujuh dosa mematikan. Wadaw! Dosa aja bisa disulap jadi materi untuk album, lho. Hebat Mas Aghan dan Mas Wishnu! Hal baru untuk menyikapi dosa, nih, warga kreatif! Coba gua, tiap ingat dosa pasti berpikiran harus mengambil air wudhu sembari bergegas ke arah suara adzan berkumandang. Hehehe.

Oh iya, kan gua observasi, nih. Dua music video sebelumnya teh selalu ada tokoh monyet di dalamnya. Kalau kata gua, sih, lebih mirip tokoh pria di video klip All I Want lebih tepatnya. Hehehe. Tapi, si tokoh monyet ini pakai latar yang berbeda di setiap video musiknya. Mulai dari Envy, yang awalnya nonton Uya Kuya dilanjut joget lulumpatan di dalem kamar. Terus, Ego yang berlatar meja judi. Nah, yang sekarang beda. Di sini terlihat hanya ada personil Monkey to Millionaire, Mas Aghan dan Mas Wishnu, yang berlatar di studio. Ditambah hadirnya Raveliza, additional drummer, yang ternyata sempat muncul juga di video musik Ego. Konsep live session ini maceman plug and play-an, geuningan. Dengan balutan kain putih dan lampu parled. Sederhana, sih. Tapi keren aja kalau Monkey to Millionaire yang maen mah.

Kalau gua kaitkan, Greed itu menggambarkan keserakahan dengan simpel. Da serakah mah nggak mesti pakai latar gimana-gimana, cukup melihat diri sendiri aja. Cukup. Kita kan manusia serakah! Ingin ini dan itu.. tapi nggak punya uang. Sudah serakah, proletar pula. Huhuhu.

Tapi gua senang, sih, Monkey to Millionaire selalu konsisten dalam pembuatan karyanya. Band ini juga selalu gentar dalam menghadapi pergeseran zaman dan genre. Salut, Mas! Mari warga kreatif, kita tonton aja sekarang mah.

_________________________

Instagram: instagram.com/monkey2mill

Comments are closed.