Press "Enter" to skip to content

Mari Pangkas Rambutmu Sambil Dengarkan Album Perdana Olegun Gobs

Bermusik tak melulu harus semantap .Feast. Terlalu berat kalau kayak gitu semua. Cheetos pun diproduksi karena ia menentang paradigma bahwa makanan harus selalu berat. Itu yang coba dibuktikan oleh Olegun Gobs di ranah musik. Olegun Gobs, yang kalau dibalik jadi Nugelo Sbog, adalah band skabies asal Jatinangor. Skabies sebetulnya pelesetan dari scabies (kudis), satu wabah yang menyerang permukaan kulit sehingga membuat gatal, dan mereka berharap bisa membuat penikmatnya tak tahan karena gatal ingin ikut berdansa. Nganggo pupur atuh ai ateul mah.

Lama berputar-putar dan berjenaka di skena musik lokal sejak 2012, Olegun Gobs mengumumkan bahwa kini mereka resmi merilis album perdana berisi 9 trek beragam (plus 1 trek tersembunyi) yang mereka namai Gobs Collection. Album yang format cakram padatnya sudah bisa kamu beli ini resmi disebarluaskan pada 20 Desember 2018.

Ada alasan lain, sih, kenapa album ini harus ada 9 trek, karena Olegun Gobs pun berisi 9 personil. Aryobimo Pratama Mulyanto (drum, vokal latar), Ali Dwijulianto (gitar), Helmi Raihan (gitar, vokal latar), Fajar Dwi Anugrah (bass, vokal latar), Sufy Moethahar (perkusi), Faiz M. Fitrandika (trombon), Adit Porsiana (saxophone), Saeffudin (trumpet), dan Yahya Hafidhudin (vokal). Mereka merepresentasikan album ini sebagai kebahagiaan kecil yang dibangun menjadi sesuatu yang besar dan bernilai. Maknanya cukup tersampaikan melalui single pertama, Wednesday Afternoon.

Melalui siaran pers, Olegun Gobs juga bercerita bahwa album ini terinspirasi dari film Barbershop (2002) yang dibintangi oleh Ice Cube, tentu dengan sentuhan kreatif nan manis.  “Jadi, album ini adalah kolase pengenalan musik yang kami mainkan dan memang berbeda-beda warna, ada rocksteady, sedikit jazz, funky, dance, punk, sampai progresif. Segi lirik yang beragam mulai dari membahas kencing, kritik menyoal kebijakan kredit, hingga kegusaran oleh kemacetan yang ada di Bandung,” kata Yahya alias Yayoi. Asli siah, ada lagu judulnya KIIH (bahasa Sunda dari kencing).

Kekhasan lainnya juga mereka tuangkan dalam lagu Human Race, yang adalah lagu milik band asal Prancis, Drunksoul, yang mereka cover dan sedikit ubah aransemen musiknya. Proses rekaman Gobs Collection dilakukan di Red Studio Bandung, sementara artwork album dikerjakan oleh Ali Dwi Julianto. Jadi, sekarang mah yang terdekat tinggal nunggu job tahun baruan ya. Kan enak tuh udah punya album.

__________________

Instagram: instagram.com/olegungobs

Comments are closed.