Press "Enter" to skip to content

Mari Nikmati Pop ala Waltz Dialog melalui Single “Upside Down”

Mendekam seharian di rumah, tapi pengen gerak? Tenang, duduk aja di mesin cuci yang sedang menggilas pakaian. Yah, gimana dong, kondisinya lagi gini. Apa boleh buat?

Tapi, segalanya bisa teratasi dengan musik. Bisa sambil ajojing, bisa pula sambil meratapi hari-hari tanpa si cikiciw. Kebetulan banget dong, ada yang baru dateng dari dapur rekaman, nih. Perkenalkan, Waltz Dialog. Unit pop asal Jakarta ini baruan rilis single berjudul Upside Down tanggal 27 Maret 2020 kemarin melalui label rekaman Demajors. Rilisan yang manis buat mesem-mesem dari ruangan kamar.

Dibentuk tahun 2019, Ican (gitar), Danil (bass), Galih (gitar, vokal), Intan (keyboard, vokal), dan Ipangpong (drum) sejauh ini sudah menelurkan dua single, yang lebih dulu memperkenalkan diri melalui single Glance. Sebetulnya tinggal menunggu satu nomor lagi untuk mengemasnya ke dalam sebuah mini album bertitel Cycle EP. Tapi, mari kupas dulu Upside Down.

Dipetik dari siaran pers, Upside Down menceritakan kisah romansa bahwa kita menemukan cinta dalam kebahagiaan dan kesukarannya, berawal dari banyak hal kita lakukan bertolak belakang karena cinta. Single ini juga mengekspresikan keberadaan cinta yang berlangsung di antara sepasang kekasih, untuk memulai merasakan dan saling mencinta.

Mendengarkan lagu berdurasi tiga menit tiga puluh sembilan detik ini membuat siapa saja akan mengayunkan badan. Eksplorasi instrumen dengan sentuhan-sentuhan synthesizer dan gitar, menciptakan vibe saik. “Beat-nya agak santai tapi tetep bisa bikin kepala naik turun, meskipun lagunya agak sendu,” terang Ican.

Upside Down dibantu oleh Kevin Valeryan, Emic\Etic Records, pada bagian mixing dan mastering. Cover artwork dikerjakan dengan cakep bener oleh kawan-kawan ASISUS. Sebagai bagian dari perkenalan Waltz Dialog kepada kamu-kamu, mari dengarkan serileks mungkin melalui berbagai platform musik digital.


Twitter: @waltzdialog

Instagram: instagram.com/waltzdialog