Press "Enter" to skip to content

“Mapping From Home Festival”, Wadah Berekspresi melalui Video Mapping

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengekspresikan diri. Mungkin bisa dengan memasak, menulis, melukis, bernyanyi, tapi nggak dengan belanja baju dan buka bersama dulu dong. Tapi, yaudahlah daripada berkelanjutan, mending kita ngebahas tentang sebuah festival yang diadakan oleh Sembilan Matahari.

Bertajuk Mapping From Home (MFH), festival yang bekerja sama dengan Epson Indonesia ini menjadi sebuah wadah yang dapat digunakan untuk menyalurkan ekspresi, rasa, dan harapan kamu selama di rumah aja. Di masa karantina seperti ini, banyak terjadi perubahan yang mengharuskan kita untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru. Meskipun tampak membatasi, namun hal inilah yang akhirnya memicu kita untuk terus berimajinasi dan melakukan inovasi, karena tembok hanya membatasi ruang gerak raga tapi nggak dengan imajinasinya.

Dalam rangka perlawanan terhadap Covid–19, Festival MFH mengajak kita untuk membagikan cerita, semangat, apresiasi, dan motivasi lewat sebuah karya yang dituangkan dalam bentuk video mapping. Tujuanya, agar dapat menjadi inspirasi dan penyemangat untuk masyarakat, tenaga kesehatan, dan aparat negara yang sedang berjuang.

Video mapping sendiri merupakan sebuah teknik yang menggunakan pencahayaan dan proyeksi untuk menciptakan sebuah ilusi optis yang dipantulkan terhadap suatu objek. Diharapkan festival ini dapat menjadi kegiatan positif untuk mendukung program pemerintah dalam mengembangkan kreativitas dan membawa kebahagian baru di masa krisis untuk setiap anggota masyarakat.

Nantinya para peserta dapat menggunakan benda-benda apa saja yang ada di sekitarnya untuk dijadikan objek dalam memproyeksikan visual dari karya yang dibuat. Hal ini diyakini dapat membangkitkan kesan familiar dan menciptakan suatu koneksi yang membumi. Sigana make galon bisa, sih.

Acara ini juga menjadi sebuah kegiatan amal untuk mengumpulkan donasi, yang nantinya akan disalurkan melalui beberapa gerakan penggalangan donasi lokal seperti @satuinisiatif, #bagirasa, @pegangantangan, Garasi Kita, Life Shield, dan Bandung Creative City Forum (BCCF). Serta tak luput untuk mengajak para peserta yang nantinya menjadi pemenang agar dapat menyisihkan sebagian hadiah yang diterimanya untuk disumbangkan. Yah, sebagian rezeki kita kan milik mereka yang membutuhkan.

Dilangsungkan selama bulan Ramadhan hingga pertengahan Juni nanti, festival ini tak hanya menampilkan karya-karya para peserta. Akan ada online workshop dan talkshow berisi sharing ilmu visual, audio, dan teknologi dari beberapa mapping artist yang sudah lama berkiprah di dunia video mapping.

Tunggu apa lagi, bagi kamu yang berminat ingin mengikuti lomba ini, pendaftaran dibuka dari tanggal 15 hingga 23 Mei 2020, tanpa pungutan biaya. Reugreug! Festival ini tebuka bagi pelajar/mahasiswa dan umum, baik kamu yang sudah memiliki project sendiri maupun belum. Sikat!


Twitter: @NMworld

Instagram: instagram.com/nmworld

Website: sembilanmatahari.com