Press "Enter" to skip to content

Makin Intim di “Walk To Garage #4”

Selebrasi kemenangan PERSIB di ISL 2014 kemarin tampaknya cukup berpengaruh terhadap gigsgigs ataupun acara yang ada di Bandung. Para penonton yang datang ke gigs nggak terlalu ramai seperti biasanya karena perhatian warga Bandung tersedot ke selebrasi kemenangan PERSIB. Namun begitu, seperti pepatah mengatakan, the show must go on. Adalah Postrock Bandung yang mengadakan sebuah gigs bertajuk Walk To Garage #4 di Chinook Café & Bar pada Minggu (9/11) malam. Acara yang direncanakan mulai pukul 7 malam itu diisi oleh Zeal Speaks, Tré, Trou, Flukeminimix dan The Triangle. FYI, nggak semua band pengisinya beraliran post-rock, lho.

Acara baru benar-benar dimulai pada pukul 8 malam dan dibuka oleh penampilan dari Zeal Speaks. Pada baru denger namanya yaa? Sama saya juga. Mereka ini merupakan salah satu band beraliran non post-rock yang mengisi acara tersebut. Membawakan lima buah lagu bikinan mereka sendiri, Zeal Speaks berhasil memanaskan venue dengan lantunan suara vokal yang enak dan suara gitar yang nggak terlalu agresif. Band asal Bandung ini menutup penampilan mereka dengan lagu berjudul Till The End Of Days yang bertempo santai dan enak buat sing along sebenernya kalau hapal lagunya mah.

Tré kemudian langsung bersiap-siap buat nge-set peralatan manggungnya. Satu hal yang sangat disayangkan adalah terjadi kesalahan teknis pada laptop yang mau mereka pakai, dan hal itu menyebabkan single terbaru mereka nggak jadi dibawain. Ah kecewa. Padahal mah saya penasaran banget sama single yang teaser-nya udah mereka sebar di sosial media beberapa waktu lalu itu. Tapi tenang, hal itu tertutupi sama penampilan apik dari Tré meskipun membawakan materi lama.

Suasana yang bikin “ngapung” seketika terasa pas mereka membawakan Lucid. Lagu yang dirilis pada tahun 2013 itu sukses bikin para penonton ngangguk-ngangguk dan merem-melek nggak karuan. Ens pisan pokoknya mah.

Flukeminimix yang penuh emosi.
Flukeminimix yang penuh emosi.

Band yang selanjutnya tampil adalah Trou. Band yang sebelumnya bernama A.F.F.E.N. ini membawakan beberapa materi lama dari EP The Sun Of Pandora dan juga beberapa materi baru. Baru maenin intro aja penonton udah langsung dibikin enjoy sama atmosfir yang mereka ciptain. Kemudian langsung dilanjut sama lagu Pulang dan juga Like Life Easily Ended yang merupakan dua lagu kojo sewaktu mereka belum ganti nama.

Nyanyian vokal yang syahdu dengan cengkok-cengkok melambai khas sunda bikin vokalnya kedenger kayak sinden dibanding nyanyi biasa. Epic! Mereka juga sempet nge-cover lagu dari Kodaline, yaa apalagi kalau bukan All I Want. Dibawakan dengan racikan musik khas Trou, mereka sukses bikin penonton sing along sambil ngegalau.

Band yang saya tunggu-tunggu akhirnya naek panggung, mereka adalah Flukeminimix. Alasan saya nunggu mereka, sih, simple, soalnya setiap manggung, semua personilnya selalu maen dengan penuh emosi. Resep weh ningalina teh, nggak percaya? Makanya nonton mereka live sekali-kali. Heu. Saya nggak ngeh, sih, mereka bawain berapa lagu, soalnya jeda diantara lagunya teh nggak jelas. Nggak masalah, sih, sebenernya, yang pasti para penonton nikmatin banget penampilan mereka yang maceuh.

Flukeminimix menutup penampilannya dengan lagu Accomodador yang dimulai dengan petikan gitar mirip suara kecapi, kemudian perlahan-lahan naik menuju klimaks dan ditutup dengan permainan instrumen yang bising dan penuh emosi. Ena’.

Terakhir The Triangle naik panggung dan itu menandakan kalau acara Walk To Garage #4 ini udah sampai di puncaknya. Mereka membawakan lagu-lagu andalannya seperti Tentang Kita, Last Days, Shadow Fall dan pastinya How Could You. Pas mereka main, suasana di Chinook Café & Bar ini semakin intim, karena musik yang dibawain enak buat dipake nyelow dan juga sing along.

Oh iya, karena bassist mereka berhalangan hadir, jadinya mereka ngajak Galant buat maen Bass. The Triangle juga sempet ngebawain lagu terbarunya yang judulnya teh, Lanes kalau nggak salah denger mah. Maap, saya keasikan sing along, jadi kurang fokus. Duh.

Ngegalau bersama The Triangle.
Ngegalau bersama The Triangle.

Secara keseluruhan saya pribadi mah eargasm sama semua penampil di acara Walk To Garage #4 ini, karena yang ngisinya nggak terpatok di satu genre doang. Dan nggak cuma musiknya doang yang enak, visual yang ditampilin sama UVisual juga nggak kalah keren, karena berhasil ngebawa suasana lagu-lagu yang dimaenin.

Walaupun yang nontonnya nggak seramai biasanya, hal itu justru bikin suasana jadi intim banget. Semoga ke depannya Postrock Bandung tetep bikin acara serupa dimana kita bisa nonton band-band underrated yang bagus. Hatur nuhun pisan Postrock Bandung buat gigs-nya, ditunggu Walk To Garage berikutnya!