Press "Enter" to skip to content

Maimun Hadirkan Racikan untuk Merasuki Diri

Takjil paling nggak umum yang pernah saya beli adalah kerang hijau di bilangan Jalan Katamso. Waktu itu, nggak tau kenapa tiba-tiba terpana sama kudapan air tawar tersebut. Maklum kali ya? Ramadan mah suka lapar mata. Padahal banyak sekali kudapan khas Ramadan yang penuh inovasi.

Perihal takjil tadi memang nggak ada hubungannya dengan berita baik yang datang dari Reza Dwiputranto atau biasa dikenal sebagai Bang Echa, sang gitaris kidal dari band SORE. Namun, ada sedikit kesamaan, di mana Echa juga seolah ingin mencurahkan ini dan itu sebagai individu yang haus akan nuansa-nuansa baru dan terus berinovasi. Hehehe, berasa tabloid otomotif kieu.

Sebuah solo project bernama Maimun, mulai didengungkan kepada khalayak di pertengahan bulan (17/5) yang lalu di layanan digital streaming. Sebelumnya, Echa menamai project ini dengan nama Cantara. Tapi, mungkin, nama adalah do’a. Semoga Maimun atau yang dalam arti Bahasa Indonesia adalah hal yang mujur atau sebuah keberuntungan ini bisa memberi nutrisi baik untuk kita.

Tiga buah lagu dengan judul Baka_lanmati, Berbisa, dan Kece Waw ditetaskan oleh Echa dengan tajuk album Tarkarbarnargar yang diambil dari lirik lagu Berbisa. Menghadirkan bebunyian yang spektrumnya sedikit bergeser dari kebiasaan SORE. Tetapi itulah Maimun, sebuah golakan diri yang umum kita rasakan.

Bagaimanapun, Maimun sudah menyebarkan ramuannya kepada khalayak ramai. Kamu bisa turut menerka golakan batin dari Maimun melalui layanan digital streaming semacam Spotify, iTunes, Joox, dan Deezer. Jika biasanya kita bertemu Bimbo di playlist swalayan sebagai OST. Bulan Ramadan, kini sudah saatnya kamu punya Maimun sebagai opsi lain. Boleh dong? Boleh lah ya. Simak dahulu~

________________________________

Instagram: instagram.com/maimunberbunyi

Foto oleh: SonSon

Comments are closed.