Press "Enter" to skip to content

Krishna Kastubi, Si “Perancang Aksara”

Jadi gini ceritanya. Bulan Agustus kemarin, aku ketemu seniman-seniman muda keren! Di pameran INDONESIA NOW, Plaza Indonesia, Jakarta, dari tanggal 7 sampa 31 Agustus kemarin, ada,lah, delapan seniman yang memamerkan karyanya, sebagai bentuk apresiasi terhadap Hari Kemerdekaan Indonesia Sedap!

Nah, ada satu orang yang menarik perhatian aku. Karyanya unik! Simple, sih. Gambar-gambar berupa huruf gitu. Tapi, yang bikin spesial, huruf-huruf itu dibentuk ambigram. Tau ambigram, kan? Itu, lho, seni tipografi yang walaupun kamu baca dari sudut pandang berbeda, hasilnya bakal satu kata. Sabi!

Nah, usut punya usut sang seniman ternyata orang Bandung. Kenalin! Si “Perancang Aksara” itu namanya Krishna Kastubi. Kok bisa ya, abang ini jago bikin ambigram? “Doyan ngulik bentuk huruf, awalnya,” jawab Abang berkumis tipis ini. Membuat seni tipografi, lanjut Bang Krishna, adalah bentuk dirinya untuk menyuarakan sesuatu. “Setiap orang pasti ingin menyuarakan sesuatu. Bisa dengan karya apa saja. Musik, gambar, foto, tulisan atau apapun,” lanjutnya. 

Percaya nggak percaya, Bang Krishna ternyata nggak punya latar belakang desain tipografi, lho. Seniman ini justru lulusan jurusan arsitektur di salah satu universitas swasta di Bandung. Lucunya, Bang Krishna mengenal seni tipografi karena hobinya memerhatikan hal-hal nyeleneh macam tulisan atau gambar-gambar kriwil, sampai stiker di angkot. Hahaha. “Berkarya itu nggak harus kuliah desain. Apalagi yang semacam gini. Cukup pelajari teori tipografi. Googling juga bisa. Pelajari aja sejarah sama logika,”  kata Bang Krishna. Betul, setuju, Bang! Karya seni itu bisa diciptakan oleh siapa saja, tanpa melihat latar belakangnya.

Ngomongin soal karyanya, ternyata karya si Abang nggak cuma mejeng di pameran “Indonesia Now” aja. Karyanya juga ikut eksis dua kali di “Star Wars Day” Bandung dan Jakarta. Selain itu, ciptaan-ciptaannya yang lain cukup banyak nangkring di rumah konsumen-konsumennya. Tapi yang menarik, dia buat salah satu karya ambigram di kulit badannya dia sendiri. Brrr.

Asyik ya, dari corat-coret iseng, jadi hobi dan bahkan bisa jadi pekerjaan. Yuk, ikutan! Nggak perlu sampai belajar desain di perguruan tinggi, ternyata lewat Googling aja bisa berkembang, kok! Yuk, kreatif!

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *