Press "Enter" to skip to content

Konser “#AxisMundiBDG”, Wujud Rasa Syukur dari Polka Wars

Mendekati akhir tahun semangat para pemuda-pemudi yang tergabung di dalam kolektifan semakin menjadi. Nggak percaya? Buktinya di weekend kemarin, total ada sekitar 6 acara musik yang menghiasi khazanah per-gigs-an kota Bandung. Yaa, nggak semua acara kolektifan, sih, ada juga yang acara kampus gitu. Tapi, intinya mah banyak acara ber-line-up kece nan gratisan yang siap didatengin para pecinta gigs gratisan macam saya. Hehe. Maap nggak modal.

Salah satu diantaranya adalah sebuah showcase dari band yang berisikan akhi-akhi soleh asal Jakarta. Bukan, bukan grup nasyid. Anaknya teh Raihan banget euy, warga kreatif mah. Band yang saya maksud teh Polka Wars. Iya, yang itu, yang aktif banget di berbagai sosial media. Terus kalau ngejawab teh suka capruk. Hebat~ Kalah capruk admin twitter si ROI! oge.

Pada Minggu (20/12) kemarin, (lagi-lagi) Auditorium IFI Bandung diramaikan sama acara yang meriah banget sekaligus cukup menggegerkan sosial media. Acara bertajuk #AxisMundiBDG itu merupakan acara tasyakuran dari Polka Wars setelah pada beberapa bulan sebelumnya merilis album penuh perdananya, Axis Mundi.

Satu hal menarik dari konser ini adalah, jauh sebelum hari-H, calon penonton harus terlebih dahulu registrasi lewat website Polka Wars atau Converse, dan pas datang, mereka harus bawa CD album Axis Mundi sebagai syaratnya. Mantep kan? Namanya juga syukuran, jadi yaa, diusahakan banget buat bisa didatengin sama siapa aja. Berkah sekali.

Asik banget, nih, Mz. Sampe merem gitu.
Asik banget, nih, Mz. Sampe merem gitu.

Dijanjikan open gate jam setengah 7 malam, open gate baru bener-bener dilakukan jam 7an. Tapi jangan salah, penonton udah pada ngumpul dari sebelum maghrib. Setia banget kan? Seperti pelangi yang setia menunggu hujan reda. Eh, itu mah Efek Rumah Kaca. Yaa nggak aneh juga, sih, soalnya di konser tersebut juga dirilis sebuah merch berupa kaos dan cassette tape dari salah satu single Polka Wars, Top Gear (Moths & Flies). Jadi mesti paboro-boro gitu biar kebagian. Wayahna.

Hari itu Polka Wars nggak tampil sendirian, mereka juga mengajak Mooner sebagai opener. Band side-project dari Rekti The SIGIT itu berhasil memanaskan panggung sebelum sang empunya acara naik pentas. Nggak lama berselang, kuartet yang terdiri dari Aeng (vokal/gitar), Deva (drum), Billy (gitar), dan Dega (bass) itu langsung naik panggung dengan setelan rapi. Sempet bingung, sebenernya mau pada ngantor, UAS, atau manggung. Tapi saya jadi nggak terlalu mikirin itu setelah liat dua orang yang jadi backing vokal pada malam itu. Kesegaran sob!

Si ganteng kalem.
Si ganteng kalem.

Membuka penampilannya dengan kalimat “Assalamu’alaikum!”, cukup membuat saya percaya kalau konser ini bakalan penuh berkah. Subhanallah. Penampilan Polka Wars pada malam itu dibagi menjadi beberapa sesi. Pada sesi pertamanya, mereka membawakan beberapa lagu seperti Horse’s Hooves, Caroline, Top Gear (Moths & Flies) dan Tall Stories.

Sesi kedua dibuka oleh Aeng yang memainkan piano membawakan lagu Mad World punyanya Tears for Fears. Kesyahduan. Pada sesi kedua ini, di beberapa lagu para personil Polka Wars tukeran instrumen gitu. Emangnya pemain bola juga yang bisa rotasi? Anak band juga atuh. Dan di lagu Lovers, salah satu backing vokal memainkan sebuah alat tradisional bernama Tehyan. Hal itu memberikan atmosfer yang unik pada lagu tersebut.

Ku kita ini vokalis Sigmun. Hee~
Ku kira ini vokalis Sigmun. Hee~

Acara mencapai puncaknya pada saat Polka Wars membawakan Mokelé dan juga Piano Song sebagai penutup konser. Sing along para penonton terdengar samar-samar sepanjang lagu tersebut dibawakan. Setelah turun panggung beberapa saat, Polka Wars melakukan encore dengan membawakan Sanctuary. Oh iya, ada beberapa nama yang ikut berkolaborasi pada malam itu, mereka adalah Herald (L’Alphalpha), Ade Paloh (Sore), dan juga Haikal Azizi (Sigmun). Pada kesempatan itu juga Polka Wars merilis video klip terbaru mereka dari single Top Gear (Moths & Flies).

Konser #AxisMundiBDG ini pun akhirnya benar-benar berakhir dan saya yakin meninggalkan kesan yang cukup mendalam buat para penontonnya. Suguhan sound yang rapi, meski sempat ada kesalahan teknis, tampilan visual yang memukau dan celotehan-celotehan dari Aeng yang bikin bingung sebenernya do’i tuh vokalis atau stand-up comedian menjadi hal-hal yang membekas pada malam itu. Bisa dibilang, ini merupakan konser penutup tahun terbaik yang saya tonton. Syukron Polka Wars! Sukses terus!

Foto: Alfi Prakoso

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *