Press "Enter" to skip to content

Kompleksitas Tingkat Tinggi di Album Penuh Bin Idris

Siapa yang nggak excited untuk menantikan portofolio buah kontemplasi seorang Haikal Azizi? Aku, sih, nunggu banget, jujur aja haha. Gimana nggak, album ini berisikan alter-ego dari seorang vokalis Sigmun yang you know lah ekspektasi langsung melambung ketika tau doski bakal ngeluarin album. Apalagi aku termasuk kaum yang nggak dapet kesempatan untuk memiliki Muqadimmah, sebuah kaset yang dirilis pada tahun 2013 melalui label Hasana Press dan berisikan 8 buah lagu.

Di album Self-Titled ini, Haikal yang memakai “topeng” Bin Idris, telah merangkum sebelas karya hasil kontemplasinya selama beberapa tahun. Kalau kamu nge-follow Bin Idris atau label Orange Cliff Records di laman Soundcloud, pasti nggak bakal asing deh. Dengan musik sederhana; gitar, keyboard, dan MIDI controllers, pendengar diajak berbagi risau dan resah serta cerita mengemis kebaikan dari Sang Serba Maha. Mulai dari cerita permohonan ampun, godaan, konflik batin, hawa nafsu, pokoknya semua lengkap pisan kayak di restoran Padang Saiyo yang ada di Cikutra. Agaknya cukup berat memang untuk mencerna lirik filosofis ala Bin Idris. Hm, jadi merasa tertantang secara intelektual gini. Terlebih banyak tema relijiusitas yang “terselip” di lagu-lagunya. Ya salam, ini album apa kitab suci? Bikin mempertanyakan kehidupan dan berkontemplasi. Penasaran nggak, sih, kamu duhai warga kreatif?

Memang butuh intelektualitas tinggi dan waktu senggang untuk memahami benang merah dalam album ini, ceunah mah. Percaya atau nggak, ya, itu perlu kamu buktikan sendiri. Jug atuh, kalau lagi nganggur dan merasa tertantang, album ini sudah mejeng sejak 27 November kemarin di toko CD kesayangan pemiliknya. Ayo segera ke toko CD favoritmu sekarang!


Website: orangecliffrecords.com

Twitter: @haikalazizis | @OrangeCliff

Soundcloud: soundcloud.com/orange-cliff-records

Instagram: instagram.com/haikal.azizi | instagram.com/orangecliff

Comments are closed.