Press "Enter" to skip to content

Kisah Pengelanaan Syarikat Idola Remaja Dituangkan dalam Single “Musafir Anthem”

Sebuah karya musik yang asik akan terasa lengkap bila dibawakan secara menarik pada penampilan live-nya. Di antara sekian banyak band maupun musisi yang mampu menerapkannya, Syarikat Idola Remaja menjadi salah satunya, dengan kesegaran yang selalu ditawarkan dalam setiap panggung.

Syarikat Idola Remaja (SIR) adalah sebuah unit kolektif pop-folk-balada asal Bandung. Mengawali perjalanan bermusiknya dengan ‘mendadak’ membuka konser Sepenggal Rindu Efek Rumah Kaca di Bandung medio 2017, panggung-panggung mereka berikutnya adalah penegas bahwa project ini nggak sekadar manggung.

Helatan Record Store Day 2019 di Bandung adalah bukti keseriusan lainnya dari mereka, dengan merilis mini album bertajuk Secercah yang berisi 3 buah lagu live session. Disusul kemudian sebuah karya berjudul Si Bujang yang masuk ke dalam album kompilasi Summer Festival 2.0, Senandung Energi Bumi.

Bila menyimak panggung ke panggung, tentu saja kita akan menemukan beberapa lagu milik Syarikat Idola Remaja yang belum ada di platform musik digital. Kabar baiknya, salah satu lagu itu kini bisa kita dengarkan kapan aja seenaknya. Musafir Anthem adalah single yang pada tanggal 20 Maret 2020 resmi mereka rilis. Cakep bener. Kendangan cik, ah.

Dimas Wijaksana (Mr. Sonjaya, Bendi Harmoni, Bilal AL-Wahid), Yudhaswara (Nada Fiksi, Nil Saujana), Arum Tresnaningtyas (Tetangga Pak Gesang), Sendy Novian (Parahyena), Fariz Alwan (Parahyena), Yaya Risbaya (Mr. Sonjaya), Ferry ‘Gembong’ Nurhayat (Tulus), Zulqi Lael (Rice Cereal & Almond Choco), serta solois Jon Kastella adalah sederet nama yang saling mengisi komposisi musik. Meski begitu, tak jarang nama-nama lain muncul ikut berkolaborasi, karena semboyan mereka: bongkar pasang asal siap berdendang.

Musafir Anthem merupakan representasi dari Syarikat Idola Remaja itu sendiri. Berasal dari berbagai project musik, persekutuan bijak ini mereka ibaratkan sebagai pengelanaan. Dibalut nada-nada bernuansa masa lampau yang kental dengan irama nusantara, dalam siaran persnya mereka menyebut single ini adalah sebuah perayaan hidup dalam kebhinekaan yang memperkuat rasa persaudaraan, merayakan kembalinya individu jadi manusia yang tak bisa berdiri sendiri.

Proses penggarapan single berlangsung selama rentang tahun 2019-2020 di studio rekaman yang mereka namai sebagai MarkaSIR. Dimas menjadi penanggungjawab bagian lirik, kemudian proses mixing dikerjakan Gembong, dan mastering oleh Ari Renaldi. Cover artwork merupakan buah karya Mufti Priyanka alias Amenkcoy. Perilisan ini juga sekaligus bewara, bahwa album penuh perdana tengah dirampungkan. Kabar bagus!

Sila nikmati Musafir Anthem, sambil tunggu jadwal panggungnya di beberapa kota. Kabar bagus lainnya, mereka merencanakan menggelar tur perkenalan ke beberapa komunitas/skena musik lokal di Indonesia. Siap berdendang dong?


Twitter: @syarikatidola

Instagram: instagram.com/syarikat_idola_remaja