Press "Enter" to skip to content

Kembalinya Fox Fort dalam Seruan Kemarahan pada Single “Hilang Masa”

Di usia sekarang ini kita pasti memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan pencarian jati diri, kemapanan, karier masa depan, dan lainnya. Nyatanya, melaksanakan saran-saran penceramah dan motivator untuk kembali bersemangat nggak semudah nyelah vespa matic.

Wajar sih, mulai dari keterbatasan referensi itulah timbul keinginan saya untuk mengenal cakupan ruang yang lebih luas dari sebatas pekerjaan yang diinginkan. Kan, nggak semua pekerjaan itu enak ya? Semudah-mudahnya Budi Setiawan menjadi trader professional di Binomo, kamu mesti tahu bahwa si poni enak di iklannya itu cuma model, dan sama sekali nggak ngerti trading.

Lain lagi, pekerjaan kantoran yang ‘diandalkan’ orang-orang terdahulu sebagai pegangan hidup aman dan stabil. Nyatanya penuh dengan tekanan deadline, saling sikut dan atasan yang lebih mengerikan daripada tagihan wifi, nggak semulus itu rupanya. Kejenuhan tersebut dikemas menjadi sebuah single yang berani dan frontal oleh kuintet alternative rock asal Jakarta, Fox Fort. Segan, wa!

Hilang Masa menjadi energi kemarahan Fox Fort akan iklim kantor dan lingkungan yang nggak menyenangkan. Dikutip dari siaran pers, sebagai penulis lirik, Arga (eks-vokal/gitar) menyampaikan, “Ada kejadian yang membuat gue nulis lirik ini. Gue udah bener-bener geram sama culture di korporasi yang benar-benar kaku. Gue sebel karena manajemen perusahaan cuma mikirin revenue dan revenue.” Selain itu Hilang Masa merupakan sebuah anthem pelepasan mereka dari penatnya kesibukan sehari hari. “Ada rasa puas untuk meluapkan emosi sesaat pada lagu ini,” tambah Bayu, penggebuk drum.

Lirik yang berani dituangkan Foxfort sebagai tamparan keras bentuk melawan segala kekakuan korporat dan lingkungan kerja yang penuh tuntutan. Seperti pada penggalan lirik “Hei! Budak-budak korporat, jangan jadi keparat. Simpan mulutmu taringmu, racun itu andalmu”. Sadis boi, asa jadi pengen mukul CEO Aice kalau udah gini teh.

Walaupun sepeninggal Arga, lagu ini nggak kehilangan semangat ketika dibawakan oleh formasi baru. Kini Fox Fort melaju dengan diperkuat oleh Adhiwara Gautama (gitar, vokal), Dewandra Danishwara (gitar, vokal), Valdyan Putra (gitar, vokal), Lukman Kosasih (bass), dan Yuananda Bayu (drum).

Kerennya artwork dari Hilang Masa dipercayakan kepada Oyoy (Godplant). Sedangkan dari segi teknis recording oleh Akbar Auliya (NoiseLab), mixing serta mastering dieksekusi oleh Ibo (Starlight Studio) dan Dewandra Danishwara.  Single yang dirilis pada 10 April 2020 ini menjadi ancang-ancang Fox Fort untuk melepas keutuhan albumnya tahun ini. Amin. Hilang Masa sudah bisa kamu kamu akses dan dengarkan di platform musik digital kesukaan kamu. Cocok buat anthem May Day nanti!


Twitter: @FOXFORTMusic

Instagram: instagram.com/foxfortmusic