Press "Enter" to skip to content

Keantikan Sir Lommar John Bermain bareng Kucing di Single “Frankie”

Pernahkah kamu mendengarkan sebuah lagu yang berada di luar peredaran khazanah musikmu namun saat didengarkan muncul kesan nyentrik? Apa yang kamu katakan setelahnya? Cukup, biarkan itu jadi rahasiamu. Kalau aku, sih, bakal bilang “beda ai seniman mah.”

Respons itu yang muncul dalam kepala saat mendengarkan single teranyar dari Sir Lommar John, kelompok musik asal Bekasi. Berjudul Frankie, nyatanya rilisan yang sudah tersedia di platform Spotify dan YouTube ini berkisah tentang seekor kucing. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada kerajaan kocheng, rasanya lebih tepat bila mereka membuat musik tentang kerang ijo yang dieksploitasi untuk kepentingan dagang keliling komplek tanpa memperhatikan nilai higienis.

Dirilis melalui Kedubes Records, unit kerja di bawah Kedutaan Besar Bekasi, sebuah kolektif kesenian yang aktif berkegiatan dengan program-program kreatif sejak 2016, Frankie mengajak kita menikmati tempo acak bernuansa teatrikal, bermain dan mengejar seekor kucing yang selalu bersembunyi di balik sesuatu. Mereka menganggap ini sebagai refleksi kehidupan manusia yang penuh misteri dan teka-teki. Ampun, filosofis.

Oh ya, nomor ini juga masuk ke dalam album kompilasi Samping Jakarta yang diorganisir kawan-kawan Kedutaan Besar Bekasi. Sebelum ini, Marshall Libert (vokal, gitar), M. Anugrah (gitar), Marhain Williams (bass), Nur Fitrah H. (keyboard), dan Herman (drum) telah memiliki sebiji mini album bertajuk Kosmik (2017), memuat lima track tentang buah pikir dan perjalanan.

Menyimak mereka melalui karya dan imajinasinya bak oasis di tengah kondisi band-band saat ini yang pada serius amat, bos? Branding?! Dan buatku pribadi, menonton video klip Frankie sungguhlah keasyikan tersendiri merasakan momen intim bersama kucing karena indung aing ngalarang aing miara ucing.


Instagram: instagram.com/sirlommarjohn