Press "Enter" to skip to content

Album: Kasabian – 48:13

Kasabian adalah Kasabian. Kuartet asal Leicester yang terdiri dari Tom Meighan (Vocal), mastermind Serge Pizzorno (Guitar/Backing Vocal), Chris Edwards (Bass), dan Ian Matthews (Drum), adalah sebuah band yang memiliki dunia sendiri. Kasabian paham betul dengan karakter musik yang ingin mereka mainkan. Ditambah dengan sikap arogan dan cuek mereka terhadap kritik dan masukan dari media, menjadikan Kasabian sebagai salah satu band paling konsisten terhadap genre yang mereka usung di tanah Britania Raya sejak circa 2004, yaitu electronic rock dan neo-psychedelia.

Sejak bulan April 2014 kemarin, Serge dan Tom terlihat sedang sibuk melakukan ‘sesuatu’ dengan gimmick angka 48:13 yang di cat besar di daerah London Timur. Hari berikutnya pada tanggal 28 April, melalui platform youtube-vevo miliknya, Kasabian merilis sebuah video clip yang berjudul “Eez-eh” dan secara resmi mengumumkan 48:13 sebagai nama album kelima mereka yang akan di rilis pada tanggal 9 Juni 2014 di bawah label Columbia dan Sony Music. Mendengar kabar baik ini, saya menaruh ekspektasi yang sangat tinggi terhadap album terbaru dari Kasabian.

Rasanya cukup bodoh untuk menamakan sebuah album dengan angka-angka yang ternyata adalah jumlah menit dari semua durasi lagu mereka, yakni 48:13. Apalagi cover-nya, yang hanya berupa songlist dengan warna latar Magenta. Tetapi, saya masih berharap kualitas dari album 48:13 dapat melebihi kemegahan album debut mereka, Kasabian (2004), dan formula elektronik yang di kemas rapi pada album Velociraptor! (2011). Serge Pizzorno yang kembali bertindak sebagai produser pada album 48:13 mengatakan bahwa dalam album ini dia mengurangi layer dan tidak akan seramai album Velociraptor!.

Track pertama di buka dengan lagu berjudul (Shiva) sebuah track pembuka standar berdurasi 1 menit yang berisi anekaragam suara synth. Kemudian tanpa jeda langsung di hajar oleh “Bumblebee” dengan riff-riff gahar dari gitar Pizzorno dan beat drum yang sangat tight dan diselingi oleh bebunyian synth dan backing vocal yang bersahutan khas Kasabian. Melalui Bumblebee, untuk kesekian kalinya menegaskan Kasabian sebagai band festival berskala besar dengan amunisi lagu-lagu yang mengundang kerusuhan di mosh-pit seperti “Club Foot” dan “Fire”.

Pada nomor berikutnya adalah “Stevie” yang entah mengapa ketika mendengerkan bagian intro dari lagu tersebut langsung mengingatkan saya pada film-film action seperti James Bond. Dilanjutkan oleh track penyambung berjudul “Mortis” dan “Doomsday” yang terdengar cukup Pop-punk pada bagian chorus dan sangat bernuansa Velociraptor!. Selanjutnya tidak ada yang spesial pada track-track sesudah itu seperti “Treat”, “Glass”, dan “Explodes” yang terdengar sangat moody sekaligus trippy.

Track berikutnya ada “(Levitation) yang (lagi-lagi) adalah track penyambung antar lagu. Mungkin tujuan dari banyaknya track “penyambung” dalam album 48:13 adalah untuk memberikan jeda atau membangun tema/mood lagu yang berbeda tetapi terasa membosankan jika terlalu banyak. Setelah “(Levitation)” langsung disambung oleh “Clouds” yang mengingatkan saya kepada album Kasabian (2004) dengan hook-hook kuat pada bagian chorus. Rasa bosan saya akhirnya diselamatkan oleh single pada album ini, yaitu “Eez-eh”. SingleEez-eh” mengingatkan saya dengan lagu “Girls and Boys” milik Blur. Track ini berisikan beat-beat rave pada drum dengan bunyi instrument yang minimalis dan bassline yang tegas sehingga menjadikan “Eez-eh” terkesan flamboyant. Track berikutnya adalah “Bow” sebuah lagu bernuansa galau dan “S.P.S”, track bernuansa mellow yang sedikit mengingatkan saya kepada lagu “L.S.F” yang di campur dengan “Neon Noon”.

Secara keseluruhan, album 48:13 tidak jauh berbeda dengan album-album sebelumnya terutama Velociraptor! (2011) yang kental dengan unsur electronic terutama bebunyian synth. Ekspetasi saya meleset karena Kasabian masih belum bisa menciptakan album yang mengalahkan kegagahan Kasabian era 2004. Namun, album 48:13 masih menarik untuk di dengar dengan banyaknya kegilaan dan riff-riff guitar a la LedZep, serta shout-shout anthemic khas Kasabian.

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *