Press "Enter" to skip to content

Kartel Lokal Kembali Gaungkan Ekosistem Kewirausahaan yang Baik dalam Kemasan Warehouse Sale

Berbicara tentang brand lokal, apa yang sering kita pikirkan selain harga yang terbilang mahal?! Harusnya banyak, tapi seringkali kita hanya fokus pada persoalan itu. Memang, untuk bersaing dengan beragam jenama internasional, kualitas produk brand lokal mustilah terbaik, pun itu berbanding lurus dengan biaya produksi. Makanya, di saat ada diskon, di situ jugalah kita bersuka ria.

Penghujung tahun ini, tepatnya Jumat (6/12) lalu, brand lokal Bandung pada bikin event cuci gudang padat kegiatan. Bertempat di Backyaard Collective, sebuah ruang kreatif dari Aaksen Studio & Asep Dev. di Jalan Ir. H. Djuanda No. 356 Bandung, event yang diberi tajuk Storeless Warehouse Sale dan merupakan inisiasi dari Kartel Lokal ini berlangsung selama tiga hari, berakhir di hari Minggu (8/12). Buat kamu yang sempet dateng ke sana, sungguhlah beruntung.

Ini merupakan kali kedua Kartel Lokal menggelar event setelah sempat bikin perkenalan di Storeless Pop-Up Event. Ya, helatan keduanya kali ini dimeriahkan oleh sekitaran 18 brand lokal yang berpengalaman dan berpengaruh kurang lebih selama 5 tahun terakhir di dunia fashion, plus 7 tenant panganan yang saling berkolaborasi dalam menu spesial, dengan rangkaian aktivitas kreatif dari komunitas dan para sebagay di ranahnya. Salah satunya adalah dr. Tirta, entrepreneur sekaligus seorang dokter yang getol mengampanyekan produk lokal, yang pada hari ke-3 mengisi sesi #SharingCuanEdan.

Konsep “storeless” yang diusung tentu bukan sekadar gimmick. Kartel Lokal berupaya untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan lebih berkelanjutan dan menciptakan budaya yang baik. Gerakan ini juga merupakan upaya menghilangkan ego atau bahkan kesenjangan yang selama ini masih terasa ada di sektor jenama lokal dan komunitas. Makanya, dibuatlah satu event yang di mana semuanya membaur dalam satu tempat, satu kasir. Ini yang harus kamu pahami, bahwa fashion bukan hanya soal cuan.

Selama tiga hari penuh, fashion enthusiast disuguhi diskon dalam rentang 55-70%, bahkan makin menggila di hari terakhir. Produk-produk yang dijual merupakan broken stock, sample, hingga reject product yang nggak bisa masuk ke stock regular. Ini menjadi insight bagi kita semua, bahwa para brand lokal selalu memastikan produk yang dipasarkan kualitasnya seratus persen. Dari beberapa produk yang di-display bahkan ada yang “cacat”-nya hanya karena jahitan nggak rapi, tapi harga turun setengahnya. Gila, enak betul. Dijahit di Iwo Tailor palingan bayar goceng. Untung besar.

Selain warehouse sale dan sesi sharing, gelaran terasa semakin berisi dengan sesi Temu Rasa Live Cooking dari owner Tiasa Kedai Sehat, Martabak Mertua, dan Contrast Coffee. Ada juga music performance dari Munthe Boyd dan Musik Sakra, pemutaran film dari Parti Gastronomi, sablon di tempat kolaborasi Kamengski, Indonesian Screen Printing, dan HeavyWeight, showing product dari brand highlight, give away iPhone yang dimenangin sama ibu-ibu, dan banyak lagi sumpah. Ini saking banyaknya sampai bingung apa aja yang musti saya bilang di artikel ini.

Bagi saya, banyak pengalaman sekaligus pelajaran yang bisa didapat dari Storeless Warehouse Sale. Kolaborasi lintas entrepreneur lokal yang disajikan bikin solid ‘persekutuan’ ini, nggak cuma hubungan antarlini bisnis yang kebetulan sama-sama lolos kurasi tenant di suatu event seperti yang kebanyakan terjadi. Pemberlakuan sistem kategori tiket juga buat saya menarik, karena bagi pemilik akses VIP bisa menjamah display lebih awal, yang pada event ini dikhususkan dalam satu hari di hari pertama. Jujur, saya lengah karena jaket incaran keburu digondol orang VIP hahahaha.

Poin penting dari seluruh keseruan Storeless Warehouse Sale adalah sebuah kata; “saling”. Saya sepakat bahwa untuk membuat perubahan positif kita musti bergerak bersama. Tanpa mengecilkan kerja keras seluruh lini bisnis dan panitia yang terlibat, apa yang sudah dilakukan oleh persekutuan Kartel Lokal hanyalah pemantik. Semua ini tetap bergantung kepada kita semua, entah itu fashion enthusiast, sesama owner brand lokal, komunitas, atau kamu-kamu yang cuma aware pas ada diskon aja, untuk membikin ekosistem yang lebih baik di dunia fashion, dengan terus mendukung produk lokal, dengan cara apa pun. Dan itu tersaji di Storeless Warehouse Sale. Mantep berat pokoknya.

Aduh, masih kepikiran jaket euy kacau.