Press "Enter" to skip to content

Kami Pengen 8 Band Bandung Ini Manggung Lagi di 2015!

Kalau dihitung, band indie asal Bandung itu banyak banget! Nggak akan cukup diitung pakai sempoa, apalagi pakai jari. Mau nyari band dengan genre apa pun, semuanya ada. Maka nggak heran kalau ada yang bilang Bandung itu kiblatnya musik. Cie. Apalagi, nih, hasil penelitian tim riset bohongan dari ROI mendapatkan kesimpulan kalau setiap sejam sekali muncul band baru di Bandung. Sadis.

Emang, sih, nggak semuanya muncul ke permukaan. Nggak semua juga mampu mempertahankan eksistensinya. Nggak heran juga kalau lama-lama banyak band Bandung yang bubar. Banyak sebabnya. Bisa jadi karena emang nggak bagus secara kualitas, bisa karena konflik internal, bisa juga karena emang udah pada bosen maen band. Ya, mungkin juga karena udah hukum alam. Ikhlasin aja..

Tapi! Beda cerita sama 8 band ini! Kami nggak ikhlas kalau sampe mereka “menghilang”, apalagi sampai bubar! Buat kami, mereka-mereka ini punya kualitas dan -yang lebih penting- ciri khas yang berkesan di memori. Dan rasanya juga mereka telah menginspirasi banyak band Bandung yang muncul belakangan. Iya, kami sangat rindu melihat mereka di atas panggung lagi!

Akhirnya, tim riset bohongan dari ROI mencoba mencari kabar tentang keberadaan mereka. Siapa aja? Mari simak penuh harap.

1. Aftercoma

Sekitar 2008-2012 sempat jadi masa keemasan buat Aftercoma. Setelah rilis EP debut Breathless (2008), nama Aftercoma selalu hadir di setiap gigs Underground. Bahkan pada 2011, Willy cs. juga jadi line-up gelaran Java Rocking Land. Pertanyaannya, ke mana ya Aftercoma? Setelah masa penuh jaya, kini mereka hilang bak ditelan maung.

Alhasil, lewat seluruh daya dan upaya, Tim Investigasi ROI berhasil menemukan jejak sang vokalis, Willy. Dari Willy kami pun coba mengorek-ngorek kupingnya, bukan, mengorek-ngorek informasi perihal Aftercoma.

Aftercoma sebenernya masih ada tapi vakum, belum bubar kok. Cuma personilnya memang lagi pada sibuk. Dikdik (Bass) dan Uus (Drum) kerja di Jakarta, yang di Bandung ada Saya, Ferry (Gitar), dan Mas Ridho (Gitar),” ujar Willy sambil ngoprek Tab dari produsen ternama asal Korea Selatan.

Willy bilang komunikasi antar personil juga masih berjalan dengan baik hingga sekarang. Bahkan, mereka masih sering bertukar ide perihal materi lagu baru. Walaupun aktivitas manggung sudah mulai berkurang, namun belum ada pikiran untuk membubarkan Aftercoma. Malah seharusnya Desember 2014 mereka berencana mau rilis full album, tapi karena satu dan lain hal harus tertunda.

“Anak-anak sebenernya masih pada semangat, dan pengen bikin album. Saya sendiri belum tau rencana selanjutnya bakal kayak gimana, tapi pengennya Aftercoma aktif lagi,” tukas sang vokalis penuh harap.

Berdoa saja semoga Aftercoma bisa bener-bener comeback di taun 2015. Gigs Metal kurang berkesan tanpa kehadiranmu, Aftercoma.

2. Boys Are Toys

Ini dia, cewek-cewek kece idola kami, pada masanya. Sekitar tahun 2002-2004, teteh-teteh ini mencuri perhatian. Ya bayangin aja, semuanya cewek, enerjik, mainin musik pop punk dengan gaya centil. Anjir gemes!

Pernah nonton video klip Ali Baba yang unik itu, kan? Lagu remake yang ada di album Boys Are Toys (BAT), Weah Weah Of The Blah Blah (2003). Dengan konsep video lirik yang pada tahun itu kayaknya belum ada yang bikin, bikin berkesan sampai sekarang. Tapi sayangnya.. Weah Weah Of The Blah Blah jadi album perdana sekaligus terakhir sampai saat ini. Hiks. Oke. Ke mana ya?

“Dulu itu jamannya udah pada mulai kerja, sebagian ada yang hijrah ke Jakarta jadi agak jarang ketemu dan frekuensi manggung otomatis dikurangi. Lama-lama, mulailah menikah satu per satu. Sekarang udah pada punya anak semua.Paling yang masih bermusik saya sama Monik aja,” kata Upit, perihal ditanyain kenapa BAT tetiba menghilang.

Yang disayangkannya lagi, Boys Are Toys hingga saat ini belom ada rencana buat bikin showcase reuniannya dalam waktu dekat. Ya mudah-mudahan di tahun 2015 bakal ada manggung-manggung lagi. Buat penawar rindu. Hehe. Setuju nggak? HARUS SETUJU!

3. Hollywood Nobody

Apa yang terbesit di pikiran kalian tentang bossanova? Brazil? Lisa Ono? Sérgio Mendez? Kalian tau nggak kalau Bandung juga punya musisi yang memainkan musik bossanova?

Mereka pernah merilis album pertama yang berjudul Everything Happens For A Reason. Ah, ini jadi salah satu rilisan terbaik dari FFWD. Dian Safitri Irawan (vocal), Romy Febriansyah (gitar), Wahyuni Irawan (keys), Lutfi Erizka (drum) dan Dendy Revolusi (bass) hadir dengan “kesegaran” di tahun 2005. Yap, Hollywood Nobody bikin skena indie Bandung jadi lebih berwarna.

Cukup sulit juga melacak keberadaan mereka sekarang. Satu-satunya info datang dari sang manager, Willson. “(mereka) sudah menyebar di mana-mana. Ada yang di Bandung, Jakarta, dan Makassar,” katanya. Kendala itu yang bikin harapan kami untuk bisa nonton mereka manggung lagi dalam waktu dekat belum bisa terwujud.

FYI, sebelum “menghilang”, Hollywood Nobody sebenarnya lagi dalam proses rekaman album kedua mereka. Sayang banget, padahal katanya udah 70% progress-nya. Semoga Hollywood Nobody bisa manggung lagi sekaligus mengeluarkan album keduanya yang tertunda, deh, ya..

4. Disconnected

Ku kan bertahan dari serangan sang lawan, tak ku berikan kesempatan tuk hancurkan!”. Ada yang ingat penggalan lirik itu? Ah, kalau kamu menghabiskan masa remaja untuk menikmati geliat musik pop punk Bandung, pastinya nggak asing. Yea, itu adalah penggalan lirik dari Terkuat, super hits dari salah satu dedengkot pop punk, Disconnected (DC). Ah kangen! Kangen SMA lagi, kangen nonton pensi, kangen nonton DC.

Paska merilis album self titled tahun 2011, Arie (vokal/gitar), Decil (drum), Panji (gitar) dan Yuda (bass) malah tetiba “menghilang”, padahal waktu itu lagi rame-ramenya video “DC’s Fun Karaoke” di Youtube. DC seperti kehilangan momentum di album keduanya waktu itu.

“Haha, sebenernya nggak ke mana-mana, cuma pada sibuk aja masing-masing semenjak (semua personel) berkeluarga,” kata Yuda. Iya, Arie sibuk dengan bisnis software musiknya, Yuda dengan dunia desain interiornya, Panji di Heaven Records, sementara Decil sibuk ngurusin kereta api. Alhasil sampai akhir 2014 kemarin, DC belum nongol lagi di atas panggung.

Tapi tenang, walaupun sibuk masing-masing Disconnected masih tetap solid, kok. “Intinya gini, kalau salah satu dari kami ada yang keluar (dari band), berarti bubar,” sambung Yuda. Kabarnya, mereka juga sebenernya sudah menyiapkan single baru untuk dirilis. Dan nggak dipungkiri, kok, mereka juga kangen untuk manggung lagi. “Kalau ada rilisan baru, jadi mood booster buat kami. Apalagi kalau ada tawaran manggung satu minggu full buat tur,” tambah Panji.

Namun, belum ada kepastian kapan DC muncul lagi. “Yang penting duduk bareng dulu, bikin rencana lagi. Mudah-mudahan tahun 2015,” kata Panji. Yang pasti, lanjutnya, DC bakal muncul lagi dengan konsep yang beda dari album sebelumnya. “Ada dua kemungkinan, kami muncul dengan musik yang beda banget, atau balik lagi ke roots yang nge-punk banget,” tambah Yuda.

Nah! Yuk kita amin-in bareng-bareng!

Bersambung ke sini

_________________________________

Tim Riset Bohongan: Bima Dwidiptayana, Ichsan Ramadhan, Prastya Pandu, Septian Nugraha, Boniex Noer

Foto: dok. ROI

Comments are closed.